AgamaPemerintahanSumedang

Kini Giliran Puluhan Pejabat Pemda Sumedang Pesantren Kilat di Pontren Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Sebanyak 80 orang Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) dan Administrator di lingkungan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang mengikuti program Pesantren Kilat di Pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syifaa Wal Mahmuudiyyah Haurngombong Pamulihan Sumedang, Jawa Barat (Jabar), Senin (9/9/2023).

Kegiatan yang bertajuk Pelatihan Penguatan Integritas Pemerintah Daerah Melalui Pesantren Kilat Bagi Aparatur Negara itu dilaksanakan hingga, Minggu (15/2/2023).

Bupati Sumedang, Dony Ahamd Munir berharap agar setiap kepala SKPD dalam melaksanakan pekerjaanya tidak hanya sekedar melaksanakan tugas kedinasan saja.

“Tetapi mereka bekerja harus dibarengi dengan niat ibadah. Jika dibarengi dengan niat yang baik akan mendapatkan keberkahan, dan keselamatan di dunia maupun di akhirat,” kata Bupati.

Baca Juga :  Pastikan Mudik Aman dan Lancar, Bupati Sumedang Pimpin Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

Bupati Dony juga berharap melalui pelaksanaan pesantren kilat, para kepala perangkat daerah bisa bersikap jujur, adil dan bijaksana dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

“Kita bekerja di pemerintahan, memposisikan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan untuk dilayani,” katanya.

Bupati Dony pun mengungkapkan bahwa pelaksanaan pesantren kilat itu, dalam rangka pembentukan karakter yang berkaitan dengan prilaku dan akhlak.

“Perilaku itu lebih didasari nilai-nilai agama yang harus mereka pahami disaat melaksanakan tugas melayani masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga :  Viral Gaji Guru PPPK Paruh Waktu Rp15 Ribu, Pemkab Sumedang Janji Naikkan Insentif Minimal Rp250 Ribu

Menurutnya, untuk mendapatkan pembentukan karakter dan akhlak ini di antaranya dapat dilakukan melalui pendidikan keagamaan di lingkungan pesantren.

“Pendidikan di pesantren  bisa meningkatkan kecerdasan secara intelektual maupun kecerdasan emosional,” tuturnya.

Menurutnya, melalui pembentukan kecerdasan intelektual  berdasarkan sudut pandang agama, para kepala perangkat daerah tidak hanya semata-mata bekerja dalam kesehariannya.

“Ada nilai-nilai lain yang bisa mendasari kerja mereka sebagai kepala dinas. Tapi diharapkan mereka bekerja dengan hati, dengan niat yang baik dan tulus,” pungkasnya.

Di kesempatan itu, Pimpinan Ponpes Terpadu Asy-Syifa Wal Mahmudiyyah Abuya KH. Muhyiddin Abdul Qadir Al-Manafi mengatakan, program Peski bagi pejabat dilingkungan Pemda Sumedang adalah kegiatan kerja sama antara umaro atau Pemda Sumedang dengan ‘Ulama.

Baca Juga :  Hadir di Rajaban Akbar, Bupati Sumedang Tekankan Pentingnya Sholat dalam Kehidupan Sehari-hari

Melalui pesantren kilat, kata Abuya, para pejabat di Kabupaten Sumedang diharapkan mendapatkan cahaya hidayah dan solusi terutama dalam membangun semua kemaslahatan masyarakat Sumedang. Termasuk membangun agamanya bagi masyarakat Sumedang.

“Hasil kegiatan ini semoga meningkat dalam segala bidang. Sehingga, apa yang dicita-citakan bisa terwujud. Walaupun hanya dua hari, semoga ilmunya bermanfaat dan barokah,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800