PeristiwaSumedangTanjungkerta

Kendati Jalur Tanjungkerta Sudah Bisa Dilalui, BPBD Sumedang Masih Terkendala Alat Berat Saat Evakuasi Material Longsoran

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Pasca terjadinya longsor bongkahan pohon bambu yang menutup sebagian jalan Kabupaten di Kecamatan Tanjungkerta Sumedang Jawa Barat (Jabar) tepatnya di dekat lapang Bancin Desa Tanjungmekar, Jum’at (7/4/2023) kemarin malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang meminta pengendara yang melintas di ruas Jalan Tanjungkerta – Sumedang tetap waspada, karena masih ada potensi longsor di sepanjang jalan tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumedang, Atang Sutarno kepada wartawan di Sumedang Jabar, Sabtu (8/4/2023).

Baca Juga :  Rapat Pleno Penetapan Hasil Pemilu 2024, Golkar Sumedang Semakin Gemilang Raih 10 Kursi di Parlemen

Ia mengatakan, di sepanjang jalan Kabupaten Sumedang – Tanjungkerta tersebut masih ada sejumlah rumpun bambu yang berpotensi longsor.

“Iya masih berpotensi longsor, karena banyak rumpun bambu yang kondisinya sudah nyaris roboh. Terlebih tanah gembur sebagai penyangganya,” kata Atang.

Olehsebab itu, sambung Atang, bagi pengemudi kendaraan baik roda 2 ataupun 4, yang melintasi diharapkan hati-hati bila terjadi hujan di sepanjang jalan tersebut.

Baca Juga :  Mahasiswa Sastra Inggris Unsap Memukau dalam Unjuk Kabisa Mojang dan Jajaka Kabupaten Sumedang 2024

“Kami himbau, bila hujan turun dengan intensitas besar dan lama, para pengendara dapat menghindari jalan tersebut dan meningkatkan kewaspadaannya,” tegasnya.

Tak hanya itu, sambung Atang, longsor bongkahan pohon bambu yang menutup sebagian jalan Kabupaten di wilayah Tanjungkerta kemarin, proses evakuasi material longsoran dan bongkahan bambu berlangsung lama karena ketidakadaan alat berat.

“Kami cukup kesulitan untuk mengevakuasinya, karena ketidakadaan alat berat. Sehingga harus menerjunkan 2 mobil pemadam kebakaran dari UPT Damkar wilayah Sumedang Kota dan UPT Tanjungsari,” ucapnya.

Baca Juga :  Kodim 0610 Sumedang Sosialisasikan Manfaat Pemakaian Pupuk Organik

Kendati demikian, ucap Atang, kini kondisi rumpun bambu yang roboh sudah bergeser dan jalan bisa dilalui oleh kendaraan. Sedangkan rumpun bambu tidak bisa diangkat secara manual karena membutuhkan alat berat.

“Sementara ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan bermotor, tapi untuk roda empat bisa bergantian atau buka tutup,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button