Kesehatan

Gandeng Media Massa, BKKBN Jabar Kampanyekan Percepatan Penurunan Stunting

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat menggandeng media massa dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting melalui konferensi pers yang dilaksanakan di Pesantren Syifaus Shudur, RT 02 RW 02 Desa Tarogong Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Kamis (8/12).

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jabar, Wahidin menyebutkan, melalui peranan media massa diharapkan bisa membuka pemahaman tentang stunting di tengah-tengah masyarakat.

“Banyak dimasyarakat yang memahami cebong atau pendek itu stunting, padahal pendek belum tentu stunting. Sedangkan stunting sudah pasti pendek. Yang paling utama perkembangan otaknya lemah itu bisa masuk kategori stunting,” katanya kepada wartawan.

Baca Juga :  Herman Ajak PPPK 2023 BKKBN Jawa Barat Citrakan Baik Program dan Lembaga

Angka stunting di Jawa Barat, menurut Wahidin, meresahkan, di angka 24,5%.

“Kalau banyak yang stunting meresahkan, nanti di Tahun 2045 orang dewasa nya banyak yang lemot,” katanya.

Wahidin berharap, dengan adanya peranan media massa bisa membantu percepatan angka stunting di Jawa Barat.

“Mudah-mudahan kedepan ada rilis tiap minggu, kalau bisa tiap hari ada rilis agar masyarakat lebih tahu masalah stunting,” katanya.

Baca Juga :  BKKBN Jawa Barat Harap PLKB Bukan Hanya Penyuluhan Tapi Jadi Praktisi Keluarga

Kordinator Advim BKKBN Jabar, Herman Melani menyebutkan, pihaknya telah membentuk Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) yang didalamnya tidak hanya ada penulis, juga pemerhati KB dan awak media.

“Program percepatan penurunan stunting tingkat Provinsi sampai ke tingkat Kampung KB harus benar-benar tersosialisasikan dengan baik,” kata Herman.

Ia menambahkan, Jawa Barat memiliki target Zero New Stunting di Tahun 2024. Mudah-mudahan melalui peranan media massa bisa mengedukasi pemahaman stunting di masyarakat.

Baca Juga :  Herman Ajak PPPK 2023 BKKBN Jawa Barat Citrakan Baik Program dan Lembaga

Masih ditempat yang sama, Perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat, Tantan Sulton Hasabuan, melalui media massa bisa mempercepat proses edukasi kepada masyarakat terkait pemahaman stunting.

“Pers punya peran edukasi kepada masyarakat namun memiliki keterbatasan dilapangan, diharapkan dengan adanya rilis dari Humas BKKBN Jabar bisa mempercepat edukasi dan penurunan angka stunting melalui media massa,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button