Sumedang – Peternak sapi asal Kabupaten Sumedang, Ace Taryana, berhasil mengantarkan sapi peliharaannya menjadi juara nasional dalam Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026. Sapi asal Jatigede itu mencatat bobot 1,404 ton saat mengikuti kontes di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, pada 3-4 Oktober 2026 dan menjadi sapi terberat se-Indonesia saat mengikuti kontes.
Sapi milik Ace yang dipelihara di kandang Dusun Cipadung, Desa Mulyamekar, Kecamatan Tanjungkerta, tersebut meraih juara di kelas P-3, yakni kategori sapi dengan perkiraan usia 3-4 tahun. Prestasi itu semakin istimewa karena bobotnya melampaui sapi yang berlaga di kelas ekstrem (kelas tertinggi).
“Juara kelas P-3, tapi dari sisi bobot bisa mengalahkan kelas ekstrem. Saya masuk kelas P-3 karena tidak menyangka bobot sapi saya paling tinggi,” kata Ace saat ditemui, Sabtu (10/10/2026).
Kontes tersebut diikuti sekitar 150 ekor sapi dari berbagai daerah di Indonesia. Menurut Ace, sapi berusia di bawah empat tahun umumnya memiliki bobot sekitar 1,2 ton. Sementara itu, sapinya mampu mencapai lebih dari 1,4 ton saat kontes, padahal usianya masih dibawah 4 tahun.
Ace mengaku membeli sapi tersebut dari kawasan Jatigede saat berusia sekitar 20 bulan dengan harga Rp 35 juta. Setelah merawatnya selama 21 bulan, bobot sapi yang awalnya sekitar 500 kilogram itu meningkat lebih dari dua kali lipat.
“Per hari naik sekitar 2 kilogram. Pakan utamanya rumput, ditambah konsentrat, ampas tahu, sisa nasi, dan tepung jagung,” ujarnya.
Untuk perawatan, Ace mengeluarkan biaya operasional sekitar Rp 50 ribu per hari. Sementara itu, biaya mengikuti satu kontes mencapai sekitar Rp 10 juta, meliputi pendaftaran, akomodasi, kaus tim, serta konsumsi.
Dalam kontes tersebut, Ace memperoleh hadiah Rp 15 juta untuk kelas P-3 dan piala penghargaan.
Ace mengatakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM sempat melirik sapi tersebut saat penimbangan sebelum pengumuman juara.
“Kata pak KDM saat penimbangan, bawa saja sapinya ke lembur Pakuan, nanti urusan hargamah gampang,” kata Ace menirukan suara KDM.
Meski demikian, Ace berharap bisa melepasnya dengan harga lebih dari Rp 500 juta.
“Kalau bisa, saya ingin di atas Rp 500 juta. Banyak sapi yang bobotnya di bawah sapi saya harganya sudah di atas itu,” ungkapnya.
Sapi tersebut sebelumnya juga pernah mengikuti kontes lokal di Universitas Padjadjaran dan kontes tingkat nasional di Wonosobo. Menurut Ace, capaian di Bogor menjadi prestasi terbaiknya setelah beberapa kali mengikuti perlombaan dengan sapi berbeda.
Ia juga mengaku bangga karena sapi tersebut lahir dan dibesarkan dari bibitan Jatigede, bukan didatangkan dari luar daerah.
“Saya bangga karena saya asli Sumedang, sapinya juga asli bibitan Sumedang, tetapi bisa berprestasi di tingkat nasional,” tuturnya.
Ace berharap pemerintah daerah memberikan perhatian kepada peternak yang berhasil menorehkan prestasi. Menurutnya, apresiasi dapat menjadi penyemangat bagi peternak lain untuk terus mengembangkan usaha.
Ia juga optimistis bobot sapinya masih bisa bertambah hingga mencapai 1,6 ton dalam setahun ke depan, selama kondisi kesehatan dan perawatannya mendukung.










