Peristiwa

Cegah Aksi Tawuran Antar Pelajar, Puluhan Siswa Digelandang ke Polres Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Guna mencegah terjadinya aksi tawuran, puluhan Siswa dari berbagai sekolah diwilayah Kabupaten Sumedang digiring ke Mapolres Sumedang Jawa Barat (Jabar), Rabu (25/01/2023).

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan melalui Kasat Sabhara AKP Taufik Risnandar menyatakan, sekitar 70 orang siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kabupaten Sumedang dan 28 orang siswa dari wilayah Kabupaten/Kota Cirebon digiring ke Mapolres Sumedang.

Baca Juga :  18 Tersangka Kasus Narkotika Berhasil Diringkus Polres Sumedang

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, sebelumnya para siswa ini berkumpul setelah ada undangan dari salah satu siswa SMK PGRI Sumedang untuk merayakan ulangtahun sekolahnya.

Mereka berkumpul di wilayah Gerbang Tol Cimalaka, kemudian unit Patroli Polsek Cimalaka melakukan pembubaran terhadap para siswa tersebut,” kata Taufik.

Setelah di bubarkan di Cimalaka, sambung Taufik, pihaknya mendapatkan informasi bahwa para siswa tersebut berkumpul di Lapangan Cigugur dan bergabung dengan siswa lain yang terlebih dahulu berkumpul di wilayah tersebut.

Baca Juga :  Safari Ramadhan di Sumedang Diwarnai Pelayanan Administrasi Kependudukan hingga Penerbitan NIB

“Selanjutnya satuan Sabhara Polres Sumedang bersama unit lainnya melakukan pengecekan ke wilayah tersebut dan membawa para siswa tersebut ke Mapolres Sumedang,” ujarnya.

Taufik juga menjelaskan bahwa para siswa yang di gelandang ke Polres Sumedang, sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadi hal yang tidak diinginkan serta mencegah terjadinya tawuran antar pelajar.

Baca Juga :  Penyebab Kebakaran di Finishing 5 PT Kahatex Sumedang Masih Misteri

“Setelah kami lakukan pendataan, para siswa ini kami serahkan kembali kepada pihak sekolah dan orang tua untuk dilakukan pembinaan oleh pihak sekolah,” pungkas Taufik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button