Brimob Polda Jabar dan Bobotoh Persib Salurkan Air Bersih ke Tiga Wilayah Terdampak Kekeringan di Sumedang
Sumedang – Satuan Brimob Polda Jawa Barat bersama Bobotoh Persib menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Sumedang, Jumat (31/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi pilot project Satbrimob Polda Jawa Barat dalam menghadapi dampak musim kemarau dan El Nino.
Tiga lokasi yang menjadi sasaran penyaluran air bersih yakni Dusun Citerep RW 09 Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Dusun Cigembong RT 03 RW 06 Desa Haurngombong, Kecamatan Pamulihan, serta Dusun Lebak Awi RW 03 dan RW 09 Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung.
Di Desa Cilayung, bantuan air bersih disalurkan kepada sekitar 738 jiwa yang terdampak kekeringan. Penyaluran dilakukan sebagai upaya memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat yang mulai mengalami kesulitan akibat musim kemarau.
Komandan Satuan Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Pol Zuhdi Batubara, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi dari program Kapolda Jawa Barat.
“Alhamdulillah, dan ini selaras dengan apa yang sudah menjadi jargon Bapak Kapolda kita, yaitu Jaga dan Rawat Jawa Barat,” katanya.
Menurut Kombes Zuhdi, kehadiran Brimob harus mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang dihadapi masyarakat.
“Inilah yang dimaksud bahwa kita harus adaptif, menyesuaikan dengan kondisi lingkungan. Kita juga responsif terhadap apa yang ada di masyarakat. Kalau ada kekurangan atau membutuhkan bantuan, kita selalu berupaya untuk membantu,” ujarnya.
Ia menegaskan penanganan dampak kekeringan tidak dapat dilakukan sendiri sehingga dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
“Kita juga kolaboratif. Hari ini menjadi bukti bahwa kita tidak mungkin bisa bekerja sendiri. Kami alhamdulillah dan bersyukur bahwa Bobotoh Persib bersama Brimob akan selalu menyatu, bukan hanya menjaga kamtibmas, tetapi juga berupaya membantu masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan mencukupi kebutuhan dasar hidup saudara-saudara kita yang sedang mengalami kekurangan pada saat seperti sekarang,” ucapnya.
Kombes Zuhdi menyebut kegiatan di Sumedang menjadi percontohan yang nantinya akan dilaksanakan di seluruh kompi Brimob di Jawa Barat.
“Wujud nyata hari ini menjadi pilot project bagi Satbrimob Polda Jawa Barat. Kami awali dari Sumedang karena rajanya Persib ada di Sumedang. Satbrimob juga ada di sini, sehingga kita memulainya dari sini. Nanti seluruh kompi akan melaksanakan kegiatan yang sama. Kemarin juga sudah ada Zoom bersama Bapak Kapolri hingga menjelang Isya terkait El Nino,” katanya.
Ia menambahkan koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan untuk mengantisipasi berbagai dampak musim kemarau.
“Sudah cukup banyak hal yang dibahas. Kita bekerja sama dengan seluruh instansi untuk mengatasi kondisi ini, sehingga bukan hanya kekeringan dan kekurangan air bersih yang kita antisipasi, tetapi juga potensi terjadinya kebakaran di wilayah Jawa Barat,” ujarnya.
“Pak Kabagops ada di sini, nanti akan dikoordinasikan bersama Pak Wadansat. Respons harus selalu menjadi hal pertama yang kita lakukan,” sambungnya.
Kombes Zuhdi memastikan jajaran Brimob akan terus bergerak ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Kita juga memiliki Satintel yang nantinya akan memberikan masukan dan informasi kepada kita. Di mana pun ada kebutuhan dalam rangka kegiatan Aman Nusa II yang kita laksanakan, kita akan selalu berada di garis depan untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,” tuturnya.
Sementara itu, Komisaris PT Bandung Bermartabat, H. Umuh Muchtar, menyatakan siap mendukung penyaluran air bersih apabila kondisi darurat masih berlanjut.
“Setelah ini, kalau ada keadaan darurat sebelum satu bulan, mohon diberitahukan saja. Nanti kita koordinasi lagi seperti ini, tinggal pemberangkatan lagi ke tempat-tempat yang ada di Sumedang, khususnya,” katanya.
Umuh menegaskan untuk sementara bantuan diprioritaskan bagi masyarakat Sumedang.
“Jadi, untuk sementara kita belum membantu daerah lain, Sumedang saja karena ini daerah kita. Insyaallah, terima kasih kepada seluruh anggota yang siap membagikan air bersih ini,” ujarnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban warga yang kesulitan memperoleh air bersih.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan ini bermanfaat bagi mereka. Ini pun sangat bermanfaat, ya, sangat bermanfaat,” katanya.
Menurutnya, kebutuhan utama masyarakat saat ini adalah air untuk memasak dan minum.
“Mereka menunggu, mereka kehausan. Bahkan mereka tidak memikirkan mencuci pakaian, tetapi lebih untuk kebutuhan memasak dan minum. Itulah yang mereka butuhkan sehari-hari. Karena kebutuhan air ini mulai sekarang terus ada. Jadi bukan hanya titik-titik ini saja. Sepuluh tangki ini nanti pun masih banyak yang mendaftar dan pasti meminta,” ucapnya.
Umuh juga meminta masyarakat segera melapor apabila ada wilayah lain yang membutuhkan bantuan air bersih.
“Kalau dalam dua minggu pun sudah ada yang mendesak, mohon diberitahukan saja. Ada Pak Fajar, Pak Yus juga, semuanya,” katanya.
“Kasih tahu saja. Nanti kita siapkan bagaimana cara mengambilnya, airnya dari mana, termasuk pembeliannya. Itu saja yang kami sampaikan. Terima kasih,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Umuh mengaku bangga dapat terlibat dalam kegiatan kemanusiaan tersebut bersama Bobotoh Persib.
“Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami. Kami pun selalu berdoa, insyaallah semua ini juga karena Bobotoh, Bobotoh Persib,” pungkasnya.







