Sumedang — Ratusan warga Dusun Cikeusi, Desa Cinangsi, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang, tak lama lagi bakal memiliki akses jembatan yang lebih layak. Pemerintah Kabupaten Sumedang kini memperbaiki Jembatan Cibayawak yang rusak sejak sekitar 2022 dan menargetkan pengerjaannya rampung pada pertengahan hingga akhir Desember 2026.
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Sumedang Andri Indra Widianto meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Cibayawak, Kamis (24/9/2026).
Jembatan sepanjang 28 meter tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan Kecamatan Cisitu dan Kecamatan Darmaraja menuju Dusun Cikeusi. Sebelumnya, jembatan mengalami kerusakan parah akibat pergerakan tanah yang menyebabkan abutmen dan struktur bangunan patah.
Kondisi tersebut membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Warga terpaksa menggunakan jalur darurat yang sempit dan hanya dapat dilalui sepeda motor untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah, tahun ini terealisasi perbaikannya. Pertengahan atau akhir Desember jembatan sepanjang 28 meter ini ditargetkan sudah selesai dibangun,” kata Fajar saat meninjau lokasi, Kamis (24/9/2026).
Fajar mengatakan pengerjaan struktur utama terus dipercepat karena saat ini kondisi cuaca masih mendukung. Pemerintah juga mengantisipasi datangnya musim hujan yang dapat meningkatkan debit air dan menghambat proses pembangunan.
“Kita ketahui kalau musim hujan debit airnya tinggi. Oleh karena itu, kita mitigasi ketahanan jembatan yang baru ini agar lebih kokoh dan tidak sampai terkena abutmennya seperti jembatan yang sebelumnya,” ujarnya.
Sebelum pembangunan kembali dilakukan, kerusakan Jembatan Cibayawak membuat sekitar 205 kepala keluarga atau 594 jiwa di Dusun Cikeusi terdampak. Akses warga menuju sekolah, pasar, layanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi ikut terganggu.
Kepala Dusun Cikeusi Asep E. Hasanudin sebelumnya mengatakan warga tidak memiliki jalur alternatif yang memadai. Mereka menggunakan jembatan darurat yang sempit dan berbahaya.
“Sejak jembatan rusak, tidak ada jalur alternatif yang memadai. Warga hanya bisa melintas menggunakan sepeda motor melalui jalur darurat yang sempit dan berbahaya,” kata Asep saat dihubungi Tahu Ekspres melalui WhatsApp, Jumat (11/4/2025).
Warga juga sempat mengandalkan Jembatan Cibuligir sebagai jalur alternatif. Namun, jembatan tersebut sempat rusak pada awal musim hujan 2024 dan kemudian diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat menjelang Lebaran 2025.
Menurut Asep, jalur tersebut masih memiliki keterbatasan karena sempit, licin, dan memiliki tanjakan cukup terjal. Kendaraan roda empat yang dapat melintas pun hanya kendaraan berukuran kecil.
Kini, pembangunan Jembatan Cibayawak diharapkan dapat mengembalikan mobilitas warga. Fajar juga meminta jajaran terkait mengawal proses pembangunan agar jembatan dapat selesai sesuai target dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap jembatan ini segera memberikan manfaat untuk masyarakat luas. Terima kasih kepada jajaran PUTR dan Forkopimcam. Tolong pembangunannya dikawal terus agar hasilnya optimal. Inilah ikhtiar kita bersama untuk mempercepat peningkatan mutu infrastruktur di Kabupaten Sumedang,” pungkasnya.









