AgamaSumedang

Adanya Degradasi Akhlak, Lembaga Dakwah PUI Terjunkan Puluhan Ribu Da’i Milenial di Bulan Suci Ramadan 1444 H

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Degradasi akhlak generasi muda dinilai makin mengkhawatirkan. Hampir setiap hari masyarakat dikejutkan dengan tindakan kekerasan, bullying, penyalahgunaan narkoba, hingga perilaku seks bebas di berbagai daerah. Sementara sistem pendidikan seperti tidak berdaya membendung arus degradasi akhlak ini.

Menyikapi hal itu, Persatuan Ummat Islam (PUI) sebagai Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam terbesar ke-3 di Indonesia tergerak untuk melakukan dakwah inklusif perbaikan akhlak generasi muda. Hal ini diwujudkan PUI dengan membentuk Lembaga Dakwah PUI dengan tugas utama melakukan perbaikan akhlak generasi muda.

“Semua pihak harus bersatu padu dalam gerakan perbaikan akhlak generasi muda. Ini harus dilakukan demi masa depan bangsa dan negara karena merekalah yang akan melanjutkan estafet perjuangan mengisi kemerdekaan untuk mewujudkan Indonesia yang modern baldatun toyyibatun warobbun gofuur,” ujar Ketua PUI KH Nurhasan Zaidi dalam sambutan Pelantikan Pengurus Pusat Lembaga Dakwah PUI di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang Jawa Barat (Jabar), Sabtu (18/3/2023).

Nurhasan Zaidi mengatakan, Lembaga Dakwah PUI siap menjadi inisiator dan kolaborator bagi semua lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Terutama organisasi keislaman, untuk bergotong royong memperbaiki akhlak generasi muda.

Di kesempatan itu, Ketua Lembaga Dakwah PUI KH Dr. Engkos Kosasih mengatakan bahwa Lembaga Dakwah PUI telah menyiapkan 10.000 Da’i Milenial yang siap bergerak mulai Ramadhan 1444 Hijriyah.

“Di bulan suci Ramadhan ini akan di optimalkan sebagai sarana perbaikan akhlak generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, Lembaga Dakwah PUI juga berharap ada kolaborasi besar dari seluruh organisasi keislaman, lembaga dan pemerhati pendidikan. Bahkan, hingga stake holder pemerintah dan legislatif untuk menyinergikan gerakan perbaikan akhlak generasi muda.

“Aksi nyata ini harus segera dilakukan karena laju degradasi moral semakin mengkhawatirkan,” tukasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button