SUMEDANG — Tebing di Dusun Ciayunan, Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Sumedang, kembali longsor setelah diguyur hujan deras, Senin (5/10/2026). Material batu yang jatuh dari tebing nyaris menimpa pengendara motor hingga korban terjatuh.
Kepala Desa Ciptasari, Iis Leniawati, meminta pemerintah melakukan perbaikan permanen terhadap tebing tersebut. Menurutnya, kondisi itu berisiko bagi tiga kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak serta pengguna jalan yang melintas di jalur Bandung-Cirebon.
Ia berharap segera dapat dilakukan perbaikan karena kalau terus dibiarkan dikhawatirkan bisa mengancam nyawa penghuni rumah juga pengguna jalan atau pengendara yang melintas.
“Pengennya dicor biar kuat, tahan lama,” kata Iis.
Iis mengatakan lokasi tersebut sebelumnya mengalami longsor pada 15 Maret 2025. Saat itu, tembok penahan tanah (TPT) sepanjang 25 meter dengan tinggi sekitar 8 meter roboh setelah hujan deras. Namun, hingga kini belum dilakukan perbaikan permanen dan bekas longsoran hanya ditutup menggunakan terpal.
Tiga rumah yang dihuni tiga KK terdampak akibat kejadian sebelumnya. Pemerintah telah memberikan bantuan berupa sembako dan perlengkapan tidur serta menyediakan biaya kontrakan selama enam bulan bagi tiga KK tersebut.
Longsor kembali terjadi setelah wilayah Sumedang melewati kemarau panjang dan kembali diguyur hujan deras. Sejumlah batu dari tebing setinggi sekitar 10 meter kemudian jatuh ke sekitar badan jalan.
Peristiwa itu nyaris mencelakai Fitri Tri Sukmawati, warga Desa Gendereh, Kecamatan Buahdua, yang melintas menggunakan sepeda motor sekitar pukul 18.30 WIB. Korban terkejut melihat batu jatuh dan kemudian kehilangan kendali hingga terjatuh.
Warga membawa Fitri ke Puskesmas Tanjungsari. Korban mengalami lebam pada bibir dan hidung serta lecet pada lutut. Setelah mendapat penanganan medis, korban diperbolehkan pulang.
Kepala URC BPBD Sumedang, Indra Rahadian, sebelumnya menyebut lokasi tersebut memang rawan longsor dan pernah mengalami kejadian serupa.
Tim Dinas PUPR kemudian memasang pembatas jalan sekitar pukul 22.00 WIB. Pemdes Ciptasari berharap perbaikan permanen segera dilakukan karena jika kondisi terus dibiarkan, longsor yang lebih besar dikhawatirkan dapat mengancam rumah warga dan pengguna jalan.












