Sumedang — Tren nongkrong di kalangan generasi Z di Kabupaten Sumedang menunjukkan kecenderungan berbeda. Anak muda kini lebih memilih menghabiskan waktu di kedai kopi ketimbang mengonsumsi minuman beralkohol.
Salah satu konsumen kopi dari kalangan Gen Z di Sumedang, Risma (20), mengaku suasana kedai kopi menjadi alasan utama dirinya lebih memilih ngopi.
“Kopi kan kita ngopi tuh kita gak sendirian, ngerasa kalo ngopi tuh masalah ilang semua, apalagi kalo tempat kopi nya outdoor, kita lebih leluasa kang kalo nge pod atau ngerokok,” kata Risma saat Ditemui Tahu Ekspres di Kedai Kopi 11/12, salah satu kedai kopi di Sumedang, Rabu (4/3/2026).
Menurut Risma, dibandingkan alkohol, kopi dinilai lebih relevan dengan gaya hidup anak muda saat ini. Ia bahkan menyinggung soal potensi pajak minuman beralkohol bagi pendapatan daerah, meski menegaskan dirinya bukan penikmat alkohol.
“Sebetulnya kalo disuruh pilih antara alkohol atau kopi ya kita gen Z lebih milih kopi sih, walaupun sebetulnya di Sumedang ini kan nol persen alkohol, kita kan kan peminum ya, bukan pemabuk jadi untuk menunjang pendapatan daerah juga sih, bayangin aja 10 persen kan dari pajak minuman beralkohol itu, tapi bukan berarti aku suka alkohol ya” tambahnya.
Hal serupa disampaikan Cecep Choirudin Najib (24). Ia menilai kopi lebih menarik dan lebih terjangkau dibandingkan minuman beralkohol.
“Ternyata di Sumedang kopi lebih menarik ketimbang alkohol, kayaknya kopi lebih murah juga ketimbang alkohol,” ujar Cecep.
Cecep juga menilai suasana kedai kopi, khususnya yang mengusung konsep terbuka, menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda yang gemar bersosialisasi.
“Orang ekstrovert kayaknya lebih suka di tempat kopi outdoor deh kang, kita bisa berbaur tanpa sekat ruangan (tembok),” ucapnya.
Fenomena ini memperlihatkan perubahan pola konsumsi dan gaya hidup generasi muda di Sumedang. Kedai kopi bukan sekadar tempat minum, melainkan ruang interaksi sosial yang dinilai lebih nyaman dan inklusif.
