Politik

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Resmi Tinggalkan PPP, Deklarasi Gabung Gerindra

Sumedang — Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, menyatakan pamit dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan resmi bergabung dengan Partai Gerindra. Pernyataan itu disampaikan dalam acara deklarasi yang digelar di halaman Gedung Negara Kabupaten Sumedang, dengan balutan budaya khas Sunda, Jum’at (13/2/2026) malam.

Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPRD Jawa Barat Buky Wibawa Karya Guna, serta Menteri Luar Negeri yang juga merupakan Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono dan seluruh unsur kader partai Gerindra.

Baca Juga :  Janji Rampung Jalan Rusak Parakan Muncang–Sindulang Kembali Disampaikan, Bupati Sumedang Pasang Target Tahun Ini

Di hadapan kader dan tamu undangan dan masyarakat Sumedang, Dony menyampaikan langsung sikap politiknya.

“Saya, Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang, menyatakan bergabung dengan Partai Gerindra,” kata Dony.

Ia juga menyampaikan permohonan izin dan doa atas keputusan tersebut. Menurut dia, langkah politik itu diambil untuk memperluas ruang ikhtiar dalam membangun Sumedang.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir: Pawai Taaruf Sebagai Syiar Kesiapan Menyambut Ramadan 1447 H

” Mohon izin, mohon doa, mohon dukungan dari semuanya atas keputusan saya ini untuk memperluas ruang ikhtiar-ikhtiar bagi Kabupaten Sumedang yang kita cintai,” ujarnya.

Dony meyakini keputusan tersebut akan berdampak pada percepatan pembangunan daerah.

“Insya Allah akan membawa dampak kemaslahatan, akan membawa manfaat bagi masyarakat Sumedang, akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sumedang,” kata dia.

Baca Juga :  Sejumlah 9865 Kader Posyandu se Sumedang Dapatkan Insentif

Ia menegaskan pembangunan membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.

“Karena membangun butuh sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, tentunya butuh kekompakan dari kita semua,” ucapnya.

Deklarasi itu menandai babak baru perjalanan politik Dony, sekaligus perpisahannya dengan PPP yang sebelumnya menjadi kendaraan politiknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800