PemerintahanSumedangTanjungkerta

Program Sabalembur Atasi Setiap Permasalahan Warga di Kecamatan Tanjungkerta Sumedang

Dalam rangka menindaklanjuti kegiatan Pasang Sangkur yang dicanangkan oleh Penjabat Bupati Semedang, Herman Suryatman, Pemerintah Kecamatan Tanjungkerta menggelar kegiatan Sapoe Bareng Warga Neuleuman Kabutuh Urang Lembur (Sabalembur).

Kegiatan Sabalembur sendiri merupakan kepanjangan dari program Pasang Sangkur Pemda Sumedang. Hari ini, Jum’at (22/12), menurut Camat Tanjungkerta, Agus Beni Triyadie, Desa Awilega merupakan titik ke 12 yang menjadi titik lokasi kegiatan Sabalembur yang telah digelar secara maraton 3 Minggu kebelakang.

“Ini adalah kegiatan silaturahmi kita dengan warga masyarakat Se-Kecamatan Tanjungkerta, yang mana kita secara keliling ke tiap desa dan hari ini di Desa Awilaga itu adalah desa terakhir yang kita kunjungi,” terang Agus Beni saat diwawancarai Tahu Ekspres di Kantor Desa Awilega, Jum’at (22/12).

Baca Juga :  60 Ribu Orang Bakal Padati Acara Kementrian Pertanian di Sumedang

Menurutnya, kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi, melihat, mendengar, bahkan mendalami apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Prioritasnya adalah Pemerintah Kecamatan Tanjungkerta ingin melihat bagaimana kehidupan masyarakat yang masih dikategorikan sebagian masyarakat kurang mampu bahkan dinamakan masyarakat miskin ekstrem.

“Kita ingin mendengar, melihat apa penyebab yang menjadikan masyarakat kita itu menjadi dikategorikan masyarakat miskin ekstrem ini. Ternyata di lapangan banyak sekali hal-hal yang memang memerlukan uluran tangan dari para penyelenggara Pemerintahan, bukan hanya kami di Tingkat Kecamatan, tapi di tingkat Desa, Pak RT, Pak RW, para kader untuk memperhatikan kehidupan mereka,” terangnya.

Baca Juga :  Panwaslu Tanjungsari: Siap Lakukan Pengawasan Distribusi Logistik Pemilu 2024

Paling tidak, katanya, masyarakat yang miskin ekstrem ini dapat dipastikan, khususnya bagi lansia tunggal, ataupun yang sedang sakit, mempunyai jaminan sosial dari negara. Artinya, untuk kehidupan sehari-hari mereka untuk berobat, mereka tidak harus terbebani dan mengeluarkan uang.

“Dengan adanya jaminan sosial, ini akan terjamin kehidupan sehari-hari juga. Mungkin juga kita melihat bagaimana keadaan anak-anak kita yang dikategorikan anak-anak stunting di setiap desa. Kita melihat bagaimana pola asuhnya yang dilakukan oleh orang tuanya, bagaimana kehidupan ekonomi keluarganya atau orang tuanya yang itu semua menyebabkan akhirnya anak tersebut dikategorikan gagal tumbuh atau stunting,” kata Agus Beni.

Pemerintah Kecamatan Tanjungkerta, lanjutnya, ingin memastikan sejauh mana program intervensi yang sudah dilakukan oleh setiap desa, maupun yang dilakukan oleh instansi terkait dalam hal masalah stunting. Sejauh mana tingkat keberhasilannya.

Baca Juga :  Warga Panik, Gempa Bumi Guncang Sumedang

Dalam hal ini khusus penanganan stunting ada di Dinas Kesehatan (Puskesmas) dan pendampingan yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Anak.

“Dari itu semua dari hasil kunjungan kita kelapangan, ini akan menjadi bahan bagi kita bahan evaluasi ke depannya untuk memperbaiki pelaksanaan program-program yang sudah dilakukan, bahkan mungkin mengevaluasi terhadap berbagai hal. Bahkan juga kita melibatkan instansi yang ada di tingkat Kecamatan, yaitu UPTD-UPTD yang membidangi berbagai hal,” terang Camat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button