SumedangTanjungkertaTNI/Polri

Prajurit TNI yang Selamat dari Serangan KKB Papua Ternyata Warga Tanjungkerta Sumedang

Sembilan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif R 321/GT/13/1 Kostrad dinyatakan selamat dari serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua setelah menjalankan tugas penyelamatan pilot Susi Air, Phillip Mark Merthens yang disandera oleh KKB Papua selama hampir dua bulan lalu.

Sertu Asep Prayoga yang merupakan warga Dusun Awitali Desa Cigentur Tanjungkerta Kabupaten Sumedang, merupakan salah satu prajurit muda yang selamat dari tugas tersebut.

Hal itu diungkapkan Dandim 0610/Sumedang Letkol Inf Hendrix Fahlevi Rangkuti saat menyambangi kediaman Widayat, selaku orangtua Sertu Asep.

Baca Juga :  Pencurian di Sebuah Ruko Tanjungkerta Sumedang Berkedok Pembelian Kopi

“Alhamdulillah, setelah beberapa hari pencarian prajurit yang hilang pasca kontak tembak kemarin, akhirnya ada kabar baik, mereka ditemukan. Dari sembilan prajurit tersebut salah satunya ialah Sertu Asep Prayoga,” kata Dandim kepada Tahu Ekspres seperti pada keterangan tertulisnya, Kamis (20/4).

Dandim sengaja mendatangi orangtua Asep sebagai wujud dukungan moril, dan melihat langsung kondisi orangtua Asep. Ia menyebutkan, kejadian tersebut merupakan pengalaman yang berharga bagi Asep dalam meniti karir sebagai prajurit TNI dan keselematan Asep tidak lepas dari do’a orangtuanya.

Baca Juga :  Pencurian di Sebuah Ruko Tanjungkerta Sumedang Berkedok Pembelian Kopi

Sementara itu, Widayat, selaku orangtua Asep, merasa bersukur atas ditemukan anaknya dalam kondisi selamat, awalnya ia mendengar kabar dari Televisi, karena takut hoax kemudian mengkonfirmasi langsung kepada temannya yang ada di Papua. Namun saat itu kondisi Asep masih dalam pencarian, dirinya hanya bisa pasrah dan berdoa.

Baca Juga :  Pencurian di Sebuah Ruko Tanjungkerta Sumedang Berkedok Pembelian Kopi

Menurut ibu kandung Asep, sebelum berangkat tugas, anaknya sempat menelpon terlebih dahulu untuk meminta do’a restu. “Terakhir kemarin ia bilang akan patroli dan menitip salam kepada semua keluarga. Ibu merasa ngga enak, tidak seperti biasanya. Namun ibu tetap berdoa yang terbaik,” katanya.

Ia juga berterima kasih kepada Dandim 0610 Sumedang yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke kediaman nya dan memberikan support secara moril.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button