Politik

Perkuat Strategi Sebagai Partai Oposisi, NHZ Targetkan Suara PKS Naik 100%

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) Daerah Pemilihan (Dapil) Sumedang, Majalengka dan Subang (SMS), Nurhasan Zaidi, menargetkan raihan suara dan jumlah kursi PKS di Dapil SMS naik 2 kali lipat atau 100%.

Hal itu terlihat saat NHZ, sapaan akrab Nurhasan, mengumpulkan para anggota Fraksi PKS DPRD Kabupaten, Ketua DPD dan Ketua Bidang Humas Media se-Dapil SMS di Aula FPKS, Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (21/6).

Baca Juga :  15 Tahun Mengabdi Jadi Anggota DPR RI, NHZ : Sekarang Naik Jabatan Jadi Rakyat

Dalam pengalamannya selama berpolitik, NHZ sudah 3 kali menjadi anggota DPR RI, menurutnya, PKS sudah terbiasa meraih satu kursi satu Dapil di Dapil SMS untuk DPRD tingkat 1 dan 2. Begitupun untuk anggota DPR RI, sudah 3 kali pemilu raihan kursinya tetap.

“Kita kumpul disini bagaimana caranya bisa satu Dapil 2 kursi. Karena selama ini 1 kursi kita aman,” kata NHZ saat memberikan sambutan.

Ia mengaku selama ini sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendiskusikan bagaimana caranya PKS bisa melompat raihan kursinya. “Maka kalau ingin lompat di era digital marketing ini kita memerlukan peta jalan yang harus dirumuskan bersama-sama,” katanya.

Baca Juga :  15 Tahun Mengabdi Jadi Anggota DPR RI, NHZ : Sekarang Naik Jabatan Jadi Rakyat

Menurutnya, ada tiga cara untuk melompat di era digital saat ini. Pertama adalah memperkuat peran PKS sebagai partai oposisi, kedua optimalisasi media sosial dan ketiga adalah harus memiliki peta jalan untuk meraih kursi 2 kali lipat.

“Kita PKS ini mau naik, gimana caranya naik 100%? Disinilah kita akan merumuskan bagaimana kita berdiskusi menentukan peta jalan dua kursi untuk setiap Dapil di SMS,” katanya.

Baca Juga :  15 Tahun Mengabdi Jadi Anggota DPR RI, NHZ : Sekarang Naik Jabatan Jadi Rakyat

Sebagai partai oposisi, lanjut NHZ, harus menjadi partai oposisi yang tajam dan sebagai oposisi harus punya kwalitas konten yang substantif, atraktif dan kreatif.

“Nah bagaimana cara mengolah konten itu sebagai partai oposisi, pengelolaannya itu ada seninya. Makanya sekarang dalam diskusi ini ada peran humas media didalamnya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button