ConggeangKejahatanSumedang

Pelaku Hipnotis Gasak Tas Pemilik Warung Berisi Uang Rp2 Juta di Sumedang

Kasus penipuan dengan modus hipnotis terjadi di Kabupaten Sumedang. Korban merupakan pemilik warung atas nama Alicka Nurfadilah (25), warga Dusun Cacaban 1 RT 01 RW 01 Desa Cacaban, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang. Ia kehilangan tas berisi uang Rp2 juta, ATM, dan KTP setelah dihipnotis oleh seorang pria yang mengaku sebagai pegawai koperasi, Sabtu (3/8).

Menurut keterangan Alicka, pelaku datang ke rumahnya pada pukul 12.10 WIB. Pelaku datang menggunakan sepeda motor Vario merah 125 dan memiliki ciri-ciri berkumis, kepala sedikit botak, serta berpenampilan rapi dan bersih. Saat kejadian, pelaku mengenakan celana abu-abu, kemeja keabu-abuan, dan sepatu pantofel.

“Kejadiannya begitu cepat. Dia datang memperkenalkan diri sebagai pegawai koperasi yang sedang mencari nasabah. Dia tahu nama tetangga saya yang diklaim sebagai nasabahnya, jadi saya percaya. Awalnya dia membeli minuman di warung rumah saya, lalu menawarkan pinjaman,” kata Alicka.

Alicka menambahkan, pelaku mulai meramal dan menanyakan siapa saja yang tinggal di rumah tersebut. Setelah mengetahui bahwa Alicka tinggal bersama ibunya, pelaku mulai berbincang dengan mereka berdua. “Ramalan pelaku sangat tepat, membuat kami semakin percaya,” ujarnya.

Pelaku kemudian meminta Alicka membawa garam yang dimasukkan ke dalam gelas berisi air untuk didoakan. Setelah itu, pelaku mengatakan bahwa air tersebut harus disiram menggunakan air masjid yang berjarak cukup jauh dari rumahnya dan harus berjalan kaki untuk pergi ke sana. Sedangkan untuk menuju mesjid, korban tidak diperkenankan membawa apapun oleh pelaku. Untuk itu tas dan ponsel korban disimpan di rumah sesuai perintah pelaku.

“Kemudian dia (pelaku) menyuruh ibu saya membaca Al-Fatihah dan Al-Ikhlas masing-masing tujuh kali di kamar yang ada tasnya. Karena tas saya, sebelum pergi ke mesjid saya simpan dikamar, dibelakang ibu saya yang posisinya sedang babacaan (zikir) secara khusu. Sedangkan HP disimpan di meja warung.

Saat ibu saya belum selesai membaca sebanyak 7x, kalau gak salah baru 2x, pelaku meminta ijin untuk pulang. Kayanya saat ibu saya khusu zikir pelaku membawa tasnya,” kata Alicka.

Kemudian lanjut Alicka, saat dirinya pulang lagi ke rumah setelah pergi ke mesjid. Dirinya menyadari bahwa sepeda motor pelaku sudah tidak ada.

“Pelaku bawa kabur tas saya yang berisi uang Rp2 Juta, untung HP gak diambil karena disimpan di meja warung,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button