Kategori
Sosial

Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19, Nurhasan Zaidi Salurkan Ribuan Paket Sembako

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, H. Nurhasan Zaidi, meminta kepada semua pihak untuk saling peduli dan bahu membahu dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS, H. Nurhasan Zaidi, meminta kepada semua pihak untuk saling peduli dan bahu membahu dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat terdampak COVID-19.

Hal tersebut disampaikannya pada acara simbolisasi penyaluran paket sembako untuk masyarakat di Gedung Bapermin, Majalengka, minggu (12/05).

“Pandemi Covid 19 cukup berimbas bagi ekonomi masyarakat. Daya beli mereka menurun, banyak yang kehilangan mata pencaharian, cukup rentan bagi meningkatnya angka kemiskinan. Untuk itu saya mendorong seluruh pihak untuk bahu membahu, satukan langkah tingkatkan kepedulian”, ujar Nurhasan.

Dalam kesempatan tersebut Nurhasan menyerahkan secara simbolik bantuan sosial berupa lebih dari 3500 paket sembako yang dihimpun dari berbagai mitra kementrian maupun lembaga untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak.

Selain bantuan sembako, Nurhasan juga telah menyalurkan 1000 buah masker bagi masyarakat serta menyumbangkan APD bagi tenaga medis di beberapa rumah sakit di Majalengka.

“Ini adalah bentuk aksi advokasi, pengawalan dan kepedulian kita untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, karena kita semua tahu bahwa DTKS sebagai acuan pemberian bansos masih terus di verifikasi dan datanya belum sempurna, sehingga tidak sepenuhnya dapat mengcover dan menyentuh masyarakat terdampak”, ungkapnya.

Dalam sambutannya nurhasan juga memberikan apresiasi kepada dinas sosial dan kemensos yang cukup sigap merespon pengajuan nama penerima manfaat Bantuan Sosial Tunai (BST) bagi masyarakat rentan yang belum masuk ke dalam DTKS penerima bansos Sembako.

“Tercatat sekitar 20.500 keluarga terdampak yang diajukan oleh dinas sosial, di dampingi oleh kita (anggota DPR.red) dan telah ditetapkan sebagai penerima BST oleh kemensos untuk mendapatkan bantuan senilai 600.000 rupiah selama 3 bulan. Alhamdulillah sebagian besar sudah diterima yang bersangkutan, inilah pentingnya kita berkoordinasi, semoga dapat meringankan beban masyarakat”, ujarnya.

Terkait perkiraan meningkatnya angka kemiskinan sebesar 12,37% atau bertambah 8,5 juta orang pasca Covid-19 ini. Politisi Fraksi PKS ini mengungkapkan keprihatinan dan kekekhawatirannya.

“Kita cukup prihatin bahwa saat ini atau bahkan mungkin kedepannya angka kemiskisnan terus akan bertambah, sedang skema jaring pengaman sosial untuk Covid-19 hanya disiapkan untuk masa 3 bulan dan belum ada prediksi yang akurat sampai kapan kondisi ini akan berakhir,” ungkapnya.

Di sinilah menurutnya, mengapa pembenahan dan merapikan DTKS harus menjadi prioritas dan perlu dilakukan secara simultan bersamaan dengan penyerahan bansos.

“Pembenahan DTKS menjadi prioritas dan disaat yang sama, kita juga minta Kemensos untuk menyiapkan skema perlindungan sosial yang matang pasca Covid-19 dan bila DTKS sudah lebih rapi maka ini akan sangat membantu,” pungkasnya.