PemerintahanSumedang

Optimalkan Pelayanan, Aparatur Kecamatan di Sumedang Terus Digembleng Transformasi Digital

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Perjalanan tranformasi digital Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang sudah dimulai sejak tahun 2018 lalu dengan mengembangkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) sampai ketingkat Desa. Terlebih, indeks SPBE Pemda Sumedang pada tahun 2022 mencapai 3,84 persen atau dalam klasifikasi sangat baik dan menjadi indeks SPBE tertinggi di Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati (Wabup) Sumedang, H. Erwan Setiawan saat Pembinaan Aparatur Kecamatan dalam rangka Transformasi Digital di Aula Kantor Kecamatan Pamulihan Sumedang Jawa Barat (Jabar), Selasa (18/7/2023).

“Kemudian tahun 2021 Pemda Sumedang mulai mengembangkan Sumedang Connected, dimana sebanyak 29 perangkat daerah, 26 kecamatan dan 270 desa sudah tersambung dengan internet yang berbasis fiber optic.

Baca Juga :  Pemda Sumedang Bahas Investasi dengan Kemenko Marves RI

Di tahun 2022, Pemda Sumedang juga sudah mengintegrasikan dan mengkolaborasikan platform digital, baik yang merupakan administrasi pemerintahan maupun untuk layanan publik, dimana Hub-nya berada di command center Setda Kabupaten Sumedang,” ucap Erwan.

Pada tahun 2022 lalu, sambung Erwan, hingga 2023 Pemda Sumedang mulai mengembangkan Sumedang Satu Daya yang mengacu pada Perpres nomor 39 tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia. Pemda Sumedang juga telah mengembangkan Satu Data Tematik untuk pengentasan kemiskinan.

“Alhamdulillah, tahun 2022 kemarin Pemda Sumedang dinobatkan sebagai yang terbaik dalam ajang Satu Data Jawa Barat Award. Bahkan, Sumedang terpilih sebagai Pilot Project penanganan kemiskinan berbasis artifisial intelegensi dari Bappenas,” ucapnya.

Menurut Erwan, Terkait platform digital tentang data kemiskinan, Pemda Sumedang telah membangun Bridging data kemiskinan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Data Desa Cantik (Cinta Statistik), serta data kemiskinan lokal. Sehingga, bila data regsosek bisa memperkaya platform digital Pemda Sumedang. Tentu, akan sangat bermanfaat untuk pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial yang tepat sasaran.

Baca Juga :  Puluhan Ribu Penyuluh Pertanian se-Jabar Siap Sambut Kunker Mentan RI di Sumedang

“Disisi lain, kami percaya bahwa good data akan menghasilkan good decision yang pada akhirnya mewujudkan good results,” ucapnya.

Tak sampai disitu, kata Wabup, pada tahun 2023-2024 dengan berbasis data yang berkualitas dan big data, Pemda Sumedang akan mulai mengembangkan Artificial Intelegensi (AI) dalam melaksanakan administrasi pemerintahan serta meningkatkan layanan publik. Mengingat, dalam membuat sebuah kebijakan atau keputusan, Pemda Sumedang telah memanfaatkan digitalisasi dengan skema memanfaatkan data berupa angka-angka dan fakta yang ada. Lalu, data tersebut diolah dan diberi makna menjadi sebuah informasi.

Baca Juga :  TKD Sumedang Optimis Menangkan Prabowo-Gibran Satu Putaran

“Tranformasi digital dinilai dapat mengubah berbagai sendi kehidupan masyarakat menjadi lebih cepat, instan, dan sederhana. Perlahan, masyarakat meninggalkan cara-cara manual. Olehsebab itu, kita dituntut untuk mampu merespons keinginan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang memuaskan.

Nah, melalui kegiatan ini, saya harap dapat menghasilkan pemikiran segar, gagasan lebih inovatif, serta rekomendasi yang kuat guna mendorong transformasi digital dalam layanan manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN) yang adaptif, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat,” tukasnya. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button