Peristiwa

Rumah Terbakar di Cimanggung, Satu Korban Meninggal Dunia

Sumedang – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Dusun Cikadaton, Desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jumat (13/6/2025) dini hari. Seorang pria bernama Daud (55) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Wilayah Tanjungsari, Yudi Raharja, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 02.05 WIB dari seorang warga. Petugas gabungan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses pemadaman.

“Kami terima laporan pukul dua lewat lima dini hari. Saat proses pemadaman berlangsung, kami menemukan satu korban dalam kondisi hangus terbakar di dalam rumah,” kata Yudi saat dikonfirmasi, Jumat siang.

Kebakaran menghanguskan tiga rumah semi permanen milik warga. Rumah yang terdampak antara lain milik Aat (51), Elis (40), dan Dede (55). Rumah milik Aat seluas 8×12 meter ludes terbakar. Sementara rumah Elis terbakar di bagian atap dan rumah Dede terbakar di bagian pinggir.

“Rumah yang terbakar mayoritas semi permanen dan cukup rapat. Itu yang membuat api cepat menyebar,” ujar Yudi.

Tim pemadam mulai melakukan penanganan pada pukul 02.30 WIB. Api berhasil dipadamkan total sekitar pukul 03.45 WIB. Dalam proses pemadaman, Damkar Sumedang dibantu oleh Regu Piket 3 Yudha UPT Damkar Wilayah Tanjungsari, Bidang Damkar, Damkar Kabupaten Bandung, Babinsa, Polsek Cimanggung, serta warga setempat.

“Proses pemadaman memakan waktu lebih dari satu jam. Kami juga berkoordinasi dengan Polres dan tim INAFIS untuk proses identifikasi korban,” jelasnya.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting arus listrik. Namun, kepastian penyebab dan jumlah kerugian masih dalam proses penyelidikan.

“Untuk kerugian materi belum bisa kami taksir secara pasti. Tapi yang jelas, ini kejadian yang sangat memprihatinkan karena ada korban jiwa,” tutup Yudi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button