Budaya

Revitalisasi Seni Tradisi Sumedang, ISBI Bandung Gelar Pelatihan Ibing Tayub Balandongan

Sumedang – ISBI Bandung menggelar pelatihan dan regenerasi seniman Ibing Tayub Balandongan di Situraja, Sumedang. Kegiatan bertajuk “Revitalisasi Seni Melalui Pelatihan dan Regenerasi Seniman Ibing Tayub Balandongan” ini berlangsung mulai 28 Juli hingga 1 September 2024, melibatkan lima pengajar utama, yaitu Asep Jatnika, Dindin Rasidin, Sopian Hadi, Indrawan Cahya, dan Citra Martsela.

Pelatihan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh dosen-dosen ISBI Bandung. Mereka berupaya membangkitkan kembali tarian tradisional khas Sumedang yang mulai tergerus waktu. Melalui pelatihan ini, peserta diberi kesempatan untuk mempelajari gerakan-gerakan dasar serta makna filosofis di balik Ibing Tayub Balandongan.

“Ibing Tayub Balandongan adalah representasi kekayaan budaya masyarakat Sumedang yang harus tetap dilestarikan. Tarian ini juga menjadi sarana penting dalam menjaga tradisi dan identitas budaya lokal,” ujar Asep Jatnika, salah satu pelatih. Menurutnya, pelatihan ini juga bisa mengembangkan kreativitas, disiplin, serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat.

Sopian Hadi, pelatih lainnya, menambahkan bahwa pelatihan ini penting untuk memperkenalkan Ibing Tayub Balandongan kepada generasi muda. “Selain belajar gerakan, peserta juga memahami nilai-nilai budaya dan sejarah yang terkandung di dalamnya. Dengan ini, kita menjaga keberagaman budaya lokal agar tetap hidup,” tuturnya.

Dalam proses pelatihan, para peserta diajak mengeksplorasi gerakan tarian yang telah dipelajari dari tokoh seni lokal. Beberapa gerakan seperti adeg-adeg, raraskonda, hingga gilir simeut diperkenalkan sebagai dasar. Namun, ada beberapa gerakan yang hilang, sehingga tim pelatih melakukan revitalisasi pada gerakan-gerakan tersebut.

Sebagai hasil akhir dari pelatihan, karya tari yang berjudul “Laga Santana” diciptakan. Tarian ini memadukan unsur gerakan tari rakyat dan tari menak, menggambarkan prestise dan kepiawaian para penayub serta peran ronggeng di arena Ibing Tayub Balandongan. Diharapkan, karya ini menjadi rangsangan bagi generasi muda dalam upaya melestarikan warisan budaya Sumedang.

“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap Ibing Tayub Balandongan dapat hidup kembali dan menjadi referensi bagi karya seni baru yang mengakar pada tradisi lokal,” pungkas Asep.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800 Heboh Sosial Media Andika Medan Bongkar Cara Aktifkan Mode Pecahan X10 Strategi Petir800 Mengubah Nasib Andika Medan Melalui Formasi Ubin Mahjong Bukan Keberuntungan Biasa Pria Medan Bagikan Tutorial Membaca Ritme Pecahan Rahasia Dibalik Ketenangan Andika Medan Mengincar Pecahan X10 Analisis Pola Inilah Detik Detik Transisi Ubin Emas Mahjong Andika Medan Viral Menang Tak Masuk Akal Modal 50 Ribu Andika Berhasil Paksa Keluar Pecahan X10 Pengakuan Andika Medan Tentang Skema Ubin Mahjong Layar Dipenuhi Angka 10 Misteri Pola 20 Spin Petir800 Terpecahkan Pemuda Medan Buktikan Simbol Naga Awalnya Iseng Modal 50 Ribu Andika Medan Temukan Pola Frekuensi Pecahan X10 Gegerkan Jagat Maya Pria Medan Ungkap Rahasia Menaklukkan Simbol Naga Mahjong Matriks Slot Online Dengan Penekanan Pada Pola Transisi Cara Praktis Memahami Slot Online Hari Ini Teknik Pengelolaan Slot Online Untuk Performa Stabil Dan Terukur Slot Online Metode Proyeksi Untuk Performa Lebih Terarah Pola Slot Online Paling Smooth Ritme Spin Yang Benar Benar Teratur Pendekatan Analisa Terarah Progresif Hasil Stabil Slot Online Panduan Winrate Scatter Mahjong Psoft Metode Unggulan Dinamis Performa Maksimal Slot Online Kontrol Cerdas Berkelanjutan Performa Stabil Unggul Slot Online Analisa Modern Dengan Peluang Optimal Slot Online