Sumedang – Insiden unik yang melibatkan pemudik di Sumedang, Jawa Barat, kembali terjadi. Kali ini, seorang anak dari pemudik asal Ciparay, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, meminta bantuan ke Posko Kolaborasi Mudik BPBD Sumedang, yang berada di Terminal Ciakar, Minggu (22/3/2026) malam.
Pasalnya, anak pemudik yang bernama Kian Rasyid mengalami kesulitan melepas cincin yang terpasang di jari tengah, hingga kondisinya mulai membengkak.
Elin Herlina, ibu dari Kian Rasyid menjelaskan, cincin tersebut dibeli dengan niat couple ibu dan anak. “Awalnya tukar-tukaran. Dipakai dua-duanya sama anak, satu di tangan kanan dan satu di tangan kiri. Yang satu agak besar punya saya dipasang di jari tengah, tapi bisa masuk tidak bisa keluar,” ujar Elin.
Berbagai upaya telah dilakukan untuk melepas cincin tersebut, namun membuat jari anaknya semakin bengkak. Karena kesulitan, Elin yang tengah mudik dari Ciparay, Bandung ke Cimalaka, Sumedang, akhirnya memutuskan mendatangi posko mudik untuk meminta bantuan petugas.
“Memang sedang mudik ke Cimalaka. Setelah Maghrib sempat dicoba pakai gergaji besi, tapi tidak bisa. Akhirnya saya bawa ke posko. Alhamdulillah sekarang sudah lepas, terima kasih banyak atas bantuannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Komandan Regu 1 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumedang, Nugraha Ajang Sopian, mengatakan, proses pelepasan cincin dilakukan di dalam posko dengan durasi sekitar 30 menit.
Menurutnya, tidak ada kendala berarti dalam proses tersebut, hanya saja cincin yang dikenakan cukup tebal sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dipotong.
“Tidak ada kendala, hanya cincinnya cukup tebal, jadi butuh waktu saja. Cincinnya sudah berhasil dilepas. Tadi pakai alat cuner khusus untuk evakuasi cincin yang sulit dilepas,” katanya.


