PeristiwaSumedang

Imbas Diterjang Angin Puting Beliung, Ribuan Karyawan Diliburkan dan 22 Gedung di PT Kahatex Sumedang Porak Poranda

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Sebanyak 22 gedung departemen dilingkungan perusahaan tekstil PT Kahatex mengalami rusak parah dan tidak bisa beroperasi akibat sapuan angin puting beliung yang terjadi pada Rabu (21/2/2024) kemarin. Oleh sebab itu, sebanyak 2500 karyawan PT Kahatex mesti dirumahkan. Mengingat, kondisi sejumlah gedung porak poranda akibat terjangan angin puting beliung.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Pengurus Kabupaten Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPK Apindo) Kabupaten Sumedang, Luddy Sutedja yang juga Manajer Umum Bidang Humas dan Lingkungan di PT Kahatex kepada wartawan di Cintamulya Jatinangor Sumedang Jawa Barat (Jabar), Kamis (22/2/2024).

Baca Juga :  13 Hari Jelang Pemilu, Sebanyak 3657 TPS di Sumedang Akan Dijaga 7314 Anggota Satlinmas

Ia menerangkan, pihak perusahaan PT Kahatex masih menginventarisir dan mendata dilapangan jumlah kerugian materi yang dialami akibat angin puting beliung kemarin.

“Kami belum bisa menyampaikan jumlah kerugian perusahaan, dampak peristiwa ini. Karena, untuk mendata kerugian itu semua membutuhkan waktu yang tidak singkat,” kata Luddy.

Baca Juga :  8 Parpol Peraih Kursi DPRD Sumedang Dapatkan Bantuan Keuangan Rp1,2 Miliar

Yang jelas, sambung Luddy, terdapat 22 bangunan departemen pabrik yang atapnya porak poranda berikut sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan. Bahkan, ada beberapa mesin yang tertimbun oleh puing-puing dan atap bangunan.

“Jadi mesin itu tidak bisa digunakan untuk produksi. Dan para karyawan yang bekerja di departemen itu terancam diliburkan sampai gedung ini selesai dibetulkan,” tukasnya.

Baca Juga :  Sebuah Tas Milik Pemudik Terjatuh di Jalan Tol Cisumdawu Akhirnya Ditemukan Utuh

Tak hanya itu, imbuh Luddy, sedikitnya ada 13 perusahaan disekitar PT Kahatex yang menjadi terdampak angin puting beliung kemarin.

“Memang, PT Kahatex menjadi korban terdampak paling siginifikan jika dibanding perusahaan lain seperti, PT Kwalram, kawasan industri Dwipapuri Abadi dan lainnya,” pungkas Luddy Sutdja. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button