Olahraga

Gugur di Piala Asia, Ini Penilaian Pengamat Sepakbola Soal Kiprah Timnas Indonesia

Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia di Piala Asia 2024 Qatar harus terhenti selepas dihempas Australia 0-4. Meskipun kalah dan harus gugur dari Piala Asia, namun pengamat sepakbola, Ibam Hariri menilai pencapaian dari Timnas Indonesia merupakan sesuatu yang sangat baik.

Ibam Hariri menyampaikan kepada TahuEkspres selepas memandu jalannya pertandingan Indonesia vs Australia secara live di media resmi Piala Asia untuk Indonesia, Marselino Ferdinan cs mampu tampil percaya diri melawan para juara Piala Asia.

“Setelah kita absen hampir 17 tahun dan nyatanya Indonesia tidak bermain memalukan. Kita kalah melawan Irak, melawan Jepang dan juga melawan Australia yang mana 3 tim itu adalah juara Piala Asia 2007, 2011, dan 2015,” ungkapnya pada Tahuekspres melalui sambungan suara, Senin (29/1/2024).

Pria asal Sumedang Jawa Barat ini pun memaparkan statistik yang cukup baik saya pertandingan Indonesia di Piala Asia 2024 ini. Saat Indonesia kalah 1-3 dari Jepang, para pemain samurai biru ( julukan Timnas Jepang, red) hanya mampu mencetak satu gol melalui open play karena 2 lain dicetak melalui titik putih dan gol bunuh dari pemain Indonesia. Padahal dari segi kualitas Jepang merupakan rangking 1 Asia dan terpaut jauh peringatkannya dari Indonesia.

“Jepang dapat 2 big chance,¬† 2 dari 3 gol yang bersarang digawang indonesia lebih kepada menurunnya dispilpin dan konsentrasi Indonesia di bebepa momen,” terangnya.

Lebih lanjut, Ibam mengatakan saat Timnas Indonesia melawan Australia merupakan pertandingan yang paling mengejutkan dari segi alur pertandingan, karena Indonesia mampu membuat pemain Australia terkurung dan harus bertahan dibabak pertama meskipun harus kebobolan 2 gol.

“Hal yang sebenarnya tidak bisa dilakukan oleh Uzbekistan, tidak dilakukan oleh Syria dan India di Fase Group. Australia juga tim dengan position ball tinggi sebenarnya rata -ratanya mencapai 63% dari 3 pertandingan sebelumnya, tapi lawan Indonesia mereka cuma unggul 53% berbanding kita sekitar 47%,” jelas Ibam saat menyampaikan statistik pertandingan.

Ibam pun optimis kedepannya Timnas Indonesia memiliki masa depan yang cerah karena saat Piala Asia 2024, Indonesia merupakan tim dengan rataan umur termuda dan mampu melawan para pemain yang secara pengalaman lebih banyak dan secara peringkat lebih tinggi.

“Jadi kekalahan di Piala Asia dan kegagalan kita melaju ke babak perempat final bukanlah langkah yang buruk, tapi itu adalah langkah awal buat Indonesia terus progres di level internasional. dapat Piala di kejuaraan Piala AFF memang bagus tapi jelas bisa melaju ke fase knock out di Piala AFF bukanlah hal yang mudah dilakukan oleh siapa pun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button