Peristiwa

Geruduk Kantor Pemda, Ratusan Warga Sumedang Minta Kejelasan Penanganan Dampak Tol Cisumdawu Seksi II

TAHUEKSPRES, SUMEDANG –Ratusan masyarakat dari 3 Desa yang terdampak Tol Cisumdawu, yakni warga dari Desa Mulyasari, Desa Sirnamulya dan Desa Girimukti Kecamatan Sumedang Utara melakukan unjuk rasa di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (13/03/2023).

Ratusan warga dari ketiga desa tersebut menuntut adanya kepastian penyelesaian penanganan dampak yang ditimbulkan oleh pembangunan Tol Cisumdawu Seksi II. Ditambah tuntutan untuk segera membebaskan atau ganti rugi tanah, tanaman dan bangunan yang terdampak tersebut.

Baca Juga :  Penyebab Tawuran Pelajar dengan Menggunakan Senjata Tajam Diungkap Polres Sumedang

Masa aksi juga menyampaikan keinginan agar segera dilakukan pelebaran jalan pengganti TNI. Hal ini disebabkan jalan pengganti di blok Antaria kondisinya teralu curam dan rawan kecelakan lalulintas.

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan melalui Kasi Humas AKP Dedi Juhana menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan melibatkan sekitar 80 personil gabungan yang diturunkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa tersebut.

Baca Juga :  Begini Modus Pencurian Ratusan Tiang Internet di Sumedang

‘Pengamanan ini kita laksanakan gabungan dari personil Polres Sumedang, Kodim 0610, Satpol PP dan Dishub Kabupaten Sumedang,” ungkapnya

Pengamanan dilakukan secara profesional dan kooperatif agar aksi berlangsung dengan damai dan tertib. Sehingga dalam aksi tersebut, tidak terjadi kekerasan atau kerusakan fasilitas umum maupun fasilitas pendukung aksi.

Baca Juga :  Polres Sumedang Rekontruksi 56 Adegan Kasus Penganiayaan Berujung Maut di Cilengkrang

“Alhamdulillah selama aksi berjalan tidak ada sesuatu yang menimbulkan tindakan anarkis sehingga aksi berjalan aman dan kondusif,” pungkasnya.

Setelah selesai menyampaikan tuntutan, massa aksi pun membubarkan diri secara tertib.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button