Peristiwa

Dadang Diduga Jatuh dan Tenggelam di Sungai Citarum, Kantor SAR Bandung Terjunkan Petugas ke Lokasi

TAHUEKSPRES, BANDUNG – Satu tim rescue Kantor SAR Bandung diberangkatkan menuju lokasi kejadian jatuh dan tenggelamnya seorang warga atas nama Dadang (40) warga Jalantir RT 02 RW 14 Desa Selacau Batujajar Bandung Barat ke Sungai Citarum tepatnya di Dusun Kapek RT 02 RW 08 Desa Selacau Batujajar Bandung Barat, Jum’at (18/11/2022).

Baca Juga :  Tenggelam di Sungai Cimedang, Jasad Remaja Asal Tasik Ditemukan di Pantai Pangandaran Setelah 13 Hari Menghilang

Kepala Kantor SAR Bandung, Jumaril mengatakan, bahwa korban dilaporkan tenggelam setelah sebelumnya pergi mencari ikan di Sungai Citarum sejak hari Kamis (17/11/2022) kemarin.

Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterima dari Polsek Batujajar bahwa kejadian bermula pada Kamis (17/11/2022) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB, sebelumnya korban berangkat dari rumah untuk mencari ikan menggunakan perahu sampan di Sungai Citarum,

Baca Juga :  Tenggelam di Sungai Cimedang, Jasad Remaja Asal Tasik Ditemukan di Pantai Pangandaran Setelah 13 Hari Menghilang

“Korban biasanya kembali dipagi hari, namun hingga hari ini korban tak kunjung pulang. Bahkan, rekan korban menemukan jaring dan senter yang masih menyala di perahu korban tanpa ada korban didalamnya. Diduga korban terjatuh dari perahu dan tenggelam,” tuturnya.

Ia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Polsek Batujajar berikut potensi SAR setempat untuk selanjutnya melaksanakan pemberangkatan tim dan melakukan pencarian terhadap korban.

Baca Juga :  Tenggelam di Sungai Cimedang, Jasad Remaja Asal Tasik Ditemukan di Pantai Pangandaran Setelah 13 Hari Menghilang

“Tim Rescue Kantor SAR Bandung diberangkatkan pada pukul 10.30 WIB dengan estimasi tim tiba pada pukul 13.00 WIB. Tim berangkat menggunakan 1 Unit Rescue Truck, 1 Set Palsar Air, 1 Set Peralatan Alkom, 1 Set Peralatan Medis dan APD Personal,” tukasnya. (*)

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button