Sosial

Program Bedah Rumah Perbaiki Salah Satu Rumah Korban Gempa Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Warga Lingkungan Dano, Kelurahan Kotakaler, Kecamatan Sumedang Utara menerima bantuan renovasi rumah dari program bedah rumah Kejaksaan Tinggi Negeri Sumedang dan BAZnas Sumedang, diketahui rumah tersebut milik seorang warga bernama Ibu Ene. Penyerahan rumah hasil renovasi diresmikan oleh Kepala Kejati Jawa Barat Ade Tajudin Sutiawarman bersama Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman dan Kejari Sumedang Yenita Sari, Senin (04/03/2024).

Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman menyampaikan, terima kasih kepada jajaran Kejaksaan dan BAZNas yang membantu memberbaiki rumah warga yang terdampak gempa bumi awal tahun ini.

Baca Juga :  Aksi Kemanusiaan, Mahasiswa Sastra Inggris Unsap Beri Santunan Anak Panti Asuhan

“Pemda Kabupaten Sumedang sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Kejari Sumedang berkolaborasi dengan BAZNas dalam membantu masyarakat melalui program bedah rumah,” kata Herman.

Lebih lanjut Ia mengatakan, dipastikan tidak ada satu pun warganya yang rumahnya tidak layak huni termasuk terkait layanan dasar. Dirinya menyadari bahwa pemda sangat terbatas sehingga perlu dalam melayani masyarakat perlu kolaborasi.

Baca Juga :  Pererat Tali Silaturahmi, Karang Taruna di Desa Cipanas Tanjungkerta Adakan Buka Bersama

“Komitmen kami harus beyond apa yang masyarakat inginkan. Seberat apapun masalah yang kita hadapi jika kita sareundeuk saigel sabobot sapihanean Insya Allah bisa kita selesaikan bersama,” sambung Herman.

Pada kesempatan yang sama Kepala Kejaksaan Negeri Sumedang Yunita Sari menyampaikan, rumah warga yang mendapat renovasi atau bedah rumah dinilai sudah tidak layak huni, karena roboh seketika saat terjadi gempa yang melanda Sumedang.

“Program bedah rumah ini, mendukung pemerintah daerah untuk membantu warga yang kurang mampu dalam memberikan hunian yang nyaman bagi masyarakat,” kata Yunita.

Baca Juga :  Upaya Tingkatkan Aksesibilitas, Pemerintah Desa Cipanas Tanjungkerta Lakukan Perbaikan Jalan

Lebih lanjut Yunita menceritakan, awal menemukan keluarga Ibu Ene ini pasca bencana gempa akhir tahun saat meninjau tenda darurat.

“Waktu itu kami membantu pemerintah daerah mencari titik-titik yang belum tersentuh bantuan. Kebetulan disini belum ada bantuan kami hadir dan bertemu dengan bu Ene. Melihat kondisi rumah bu Ene kami pun tergerak untuk melakukan bedah rumah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button