Sumedang – Ajang olahraga tarung bertajuk Prabu Combat Series 2026 akan digelar di Kabupaten Sumedang pada Minggu (21/6/2026) di GOR Tadjimalela. Berbeda dari tahun sebelumnya yang mengusung pertandingan boxing, tahun ini panitia menghadirkan laga Muay Thai dengan melibatkan puluhan petarung dari berbagai daerah.
Promotor Prabu Combat Series 2026, Alfitra Ramdani Munir, mengatakan penyelenggaraan tahun ini menjadi langkah baru bagi pihaknya dalam mengembangkan olahraga combat sport di Sumedang.
“Untuk tahun ini kami sedikit berbeda dari tahun sebelumnya. Karena di tahun sebelumnya kami bekerja sama dengan pihak Pertina untuk boxing. Kalau boxing kan peraturannya hanya menggunakan tangan, tetapi sekarang kami bekerja sama dengan pihak Muay Thai,” kata Alfitra saat diwawancarai awak media, Sabtu (20/6/2026).
Ia menjelaskan, Muay Thai memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan boxing karena mengandalkan delapan titik serangan tubuh.
“Kalau Muay Thai kan ada delapan elemen tubuh yang dimainkan, mulai dari kaki, lutut, siku, dan juga tangan. Jadi ada delapan elemen tubuh yang dimainkan. Mungkin seperti itu bedanya,” ujarnya.
Selain pertandingan antaratlet, Prabu Combat Series 2026 juga akan menghadirkan duel influencer yang diprediksi menjadi salah satu partai paling menarik perhatian penonton.
“Selain itu, sekarang kami juga ada match influencer. Salah satunya dari Bandung, Good, dengan dua koma sekian juta followers di Instagram. Dia terkenal karena grup berempat bersama teman-temannya. Jadi orang-orang di TikTok pasti sudah pada tahu. Lawannya adalah Cuwok, influencer dari Sumedang dengan sekitar dua ratus ribu followers di Instagram,” ungkapnya.
Terkait rivalitas kedua influencer tersebut, Alfitra mengaku tidak mengetahui secara pasti latar belakangnya. Namun ia melihat adanya tensi saat konferensi pers menjelang pertandingan.
“Kalau itu jujur saya kurang tahu, tetapi sepertinya mungkin ada. Karena kalau dilihat tadi dari press conference, seperti ada saling menyembunyikan kartu as masing-masing,” katanya.
Alfitra menyebut antusiasme peserta tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Hingga menjelang pelaksanaan, sebanyak 94 peserta telah terdaftar.
“Alhamdulillah, sekarang ada 94 peserta. Jumlahnya lebih besar dari tahun kemarin. Saat ini peserta berasal dari 11 kota dan kabupaten, termasuk Sumedang,” tuturnya.
Peserta datang dari berbagai daerah, di antaranya Sumedang, Bekasi, Karawang, Jakarta, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Garut, Subang, Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan Bogor.
Tidak hanya diikuti petarung pria, sejumlah peserta perempuan juga ambil bagian dalam ajang tersebut.
“Kalau peserta perempuan, kalau saya tidak salah sekitar empat match, jadi ada delapan peserta,” ujarnya.
Pertandingan Prabu Combat Series 2026 akan berlangsung selama satu hari penuh.
“Untuk pelaksanaan pertandingan hanya hari Minggu, 21 Juni, dari pukul 07.00 sampai sekitar pukul 19.00,” kata Alfitra.
Ia berharap kehadiran ajang tersebut dapat menjadi wadah bagi para atlet combat sport di Sumedang untuk menambah pengalaman bertanding sekaligus mengembangkan kemampuan mereka.
“Harapannya tentu ingin mewadahi combat sport di Sumedang. Sebelumnya kami bekerja sama dengan Pertina, sekarang dengan Muay Thai. Ke depan kami ingin merangkul lebih banyak cabang combat sport,” ujarnya.
Menurut Alfitra, combat sport tidak hanya mencakup boxing atau tinju, tetapi juga berbagai cabang bela diri lainnya seperti silat dan karate.
“Karena combat sport itu bukan cuma boxing atau tinju. Bahkan silat dan karate juga merupakan bagian dari combat sport. Jadi kami ingin menaungi para atlet, karena saat ini atlet masih kekurangan tempat bertanding untuk menambah jam terbang,” pungkasnya.
Dalam gelaran tahun ini, panitia membagi pertandingan ke dalam tiga kategori, yakni amatir, amatir pro, dan elite. Kategori elite akan diisi oleh petarung berpengalaman, termasuk atlet yang pernah tampil pada ajang PON maupun Porda.