Warung Nasi di Pinggir Sungai Cisumengka Amblas, Bangunan Kini tak Layak Digunakan
Sumedang – Sebuah bangunan warung nasi dekat aliran Sungai Cisumengka, tepatnya di Desa Sukarapih, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, amblas pada Minggu (12/4) malam. Insiden ini diduga terjadi akibat derasnya arus sungai yang mengikis pondasi bangunan.
Peristiwa tersebut tepatnya menimpa warung milik warga di Dusun Karasak, RT 04 RW 05, Desa Sukarapih, sekitar pukul 20.00 WIB.
Lokasi kejadian berada di dekat jembatan Cibunder yang menjadi perbatasan antara Desa Sukarapih dengan Desa Jatisari.
Menurut warga setempat yang melaporkan kejadian kepada Tahu Ekspres, Andri Ramdani (39), menuturkan bahwa bangunan tersebut mengalami kerusakan cukup parah pada bagian belakang. Selain amblas, posisi bangunan juga dilaporkan bergeser dari titik semula.
“Bangunan bergeser ke arah belakang sekitar 1,5 meter. Bagian belakang bangunan langsung amblas. Lantai bawah dan dinding bagian belakang hancur,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Senin (13/4/2026).
Andri menjelaskan, dugaan sementara penyebab ambruknya warung tersebut adalah faktor cuaca dan kondisi sungai. Arus sungai yang kuat menggerus bagian bawah tanah bangunan hingga menyebabkan struktur pondasi tidak stabil.
“Iya, kemungkinan arus sungai masuk ke bagian dalam pondasi, jadi tanahnya terkikis,” lanjutnya.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hal tersebut dikarenakan pemilik warung tidak menggunakan bangunan tersebut sebagai hunian tetap. Warung yang menjual nasi dan jajanan sehari-hari itu biasanya hanya beroperasi dari pagi hingga pukul 20.00 atau 21.00 WIB.
“Kemarin warung masih buka seperti biasa. Memang tidak dipakai untuk hunian tetap, hanya untuk kegiatan dagang saja. Jadi saat kejadian, kondisi warung sudah tutup atau sedang bersiap tutup,” jelas Andri.
Pasca-kejadian, aparat gabungan dari pihak pemerintah desa, kepolisian sektor (Polsek) setempat, hingga pihak kecamatan langsung meninjau lokasi untuk melakukan pendataan dan pengamanan.
Hingga berita ini diturunkan, area di sekitar warung telah disterilkan karena kondisi bangunan dinilai sudah tidak layak dan membahayakan jika tetap digunakan.
“Pihak desa, Polsek, dan kecamatan sudah datang ke lokasi tadi malam. Kondisi tempat saat ini tidak memungkinkan untuk digunakan kembali,” pungkas Andri.

