PeristiwaRancakalongSumedang

Viral Kasus Mang Lili Asal Rancakalong, Begini Kronologi dan Respon Netizen

Mang Lili, seorang juru parkir asal Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang akhir-akhir ini viral di media sosial, terutama di grup Facebook ‘Kabar Rancakalong Terkini’. Akun Facebook atas nama ‘Titih Nurhayati’, kemarin sore, Rabu (11/10) memposting peristiwa kekerasan yang dialami anaknya yang diduga dilakukan oleh Mang Lili di Alfamart Citungku Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang.

“7000 kanggo 3 motor parkir di alfamart citungku sepertosna masih kurang.. Walaupun tos jelas ngajeblag di alfamart PARKIR GRATIS. Dugi ka ngalakukreun kekerasan.. Punten ka pihak berwenang hoyong di tindak tegas weh petugas parkir alfamart citungku margi sanes ayeuna wae kajantena kieu th supados nyaman ka pelanggan alfamart weh,” tulis akun Titih Nurhayati di grup Facebook ‘Kabar Rancakalong Terkini.

Sampai berita ini dibuat, postingan tersebut sudah dilike 370 kali dan komentar mencapai 386 komen.

Saat dikonfirmasi Tahu Ekspres, melalui pesan WhatsApp, Titih Nurhayati (41), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, korban merupakan anak kandungnya sendiri, atas nama Desintha Anjani (21), warga Dusun Cijere RT 04 RW 01 Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang.

Korban terkena pukulan satu kali dibagian lengan atas sebelah kiri yang diduga dilakukan oleh Mang Lili menggunakan tangan kosong hingga membuatnya luka memar.

“Lukanya memar, sempat kebas katanya. Tinju tangan kosong, teu nganggo alat,” kata Titih, Kamis (12/10).

Saat ini ia mengaku belum melakukan pelaporan kasus anaknya ke pihak kepolisian, namun pagi tadi ia telah kedatangan dari pihak kepolisian yang menanyakan soal kasus tersebut. Ia berharap apapun langkah kedepannya yang diambil terpenting ada efek jera terhadap pelaku dan kejadian serupa tidak terulang.

“Muhun nembe atos aya ti pihak kepolisian dongkap ka bumi, saurna aya nu nga-DM ngawartosan kajantenan ieu. Nembe narosken kronologi na kumaha sareng naroskeun naha kasus na bade di ajengkeun atanapi kumaha. Saur abdi teu langkung bapa-bapa, nu penting abdi mah hoyong aya efek jera weh supados teu kajantenan deui kieu,” kata Titih.

Kronologi versi Korban

Menurut korban yang terkena pukulan, Desintha Anjani (21), kronologi bermula saat dirinya bersama rekan-rekannya pulang dari Sumedang kota setelah mengerjakan tugas praktek.

Sebelum kerumah, korban bersama rekan-rekannya yang berjumlah 3 motor, Scoopy, nMax dan PCX mampir dulu ke Alfamart Citungku Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong untuk membeli minuman dan makanan ringan.

“Aku niatan sama temen-temen aku beli minum dulu di Alfamart. Disana parkir tiga-tiganya (motor), cuma yang masuk cuma aku sama yang ngebonceng aku,” terang Deshinta saat dikonfirmasi Tahu Ekspres melalui pesan WhatsApp, Kamis (12/10).

Namun, saat hendak pulang dari Alfamart, menurut Deshinta, temennya yang menggunakan motor nMax ngasih parkir Rp5 Ribu karena merasa iba dan kasihan kepada juru parkirnya. Kemudian temannya yang menggunakan motor PCX juga ngasih Rp2 Ribu.

“Nah aku kan posisinya terakhir, akhirnya tuh aku mau ngasih lagi Rp5 Ribu. Cuma temen aku bilang, udah teh udah dikasih katanya ayo (pulang) katanya gitu. Karena emang aku iba ya udah deh aku mau kasih lagi gitu, aku ngenyodorin uang Rp5 Ribu gitu kan, cuma aku lipetin tuh uangnya. Ini pak tapi dia gak mau gitu malah marah-marah ke aku gitu,” kata Deshinta.

Saat itu, ia sedikit agak heran, karena dikasih Rp5 Ribu kayak tidak mau menerima. “Kayak kok marah-marah dikasih Rp5 Ribu emang maunya berapa gitu kan udah dikasih Rp5 Ribu kok masih marah-marah dan terus akhirnya aku bilang gini; aku tau loh SOP parkir di Kabupaten Sumedang gimana gitu,” terangnya.

Namun setelah berkata seperti itu, sang juru parkir Mang Lili, malah menunjukkan bet yang menempel pada bajunya, seolah menunjukkan dia seorang juru parkir yang legal karena telah berseragam.

Dari perselisihan itulah kemudian terjadi pemukulan satu kali menggunakan tangan kosong ke tangan kiri bagian atas korban oleh Mang Lili.

Teman korbanpun yang sudah nyebrang sempat balik lagi dan mempertanyakan apa sebabnya sampe terjadi pemukulan. Bahkan ada pengunjung Alfamart yang menggunakan mobil pun ikut turun bantu melerai dan berkata harap dimaklum apa yang sudah dilakukan Mang Lili karena memang orangnya seperti itu.

Namun rekan korban tetap tidak terima, karena masalahnya bukan dimaklumnya, akan tetapi melihat korban adalah seorang anak perempuan. Tidak lama setelah kejadian itu kemudian korban bersama rekan-rekannya pulang ke rumah.

“Nah di jalan tuh aku tuh udah nahan sakit, udah megang-megang tangan, sampai temen aku tuh nanya yang di motor PCX. Teh nggak apa-apa? nggak papa aku bilang kayak gitu. Cuma pas nyampe rumah kan udah nahan sakit banget ya, akhirnya ampe nangis,” ujar Deshinta.

Setelah itu, kemudian korban memfoto lukanya yang kelihatan merah. Saat difoto ulang tadi pagi ada kelihatan tangannya memar berwarna hijau.

Respon Netizen Rancakalong

Dari postingan Titih Nurhayati di Grup Facebook Kabar Rancakalong Terkini, beberapa netizen pun melontarkan beberapa komentar bahkan ada netizen yang membuat video tanggapannya terkait kasus ini.

Salah satunya akun Facebook Luciano Luqy, di grup Facebook yang sama memposting pendapatnya soal kasus Mang Lili dalam sebuah video.

“Ini ada kabar ya, lagi rame-rame nya. Katanya ada yang dipukul sama Mang Lili dan beberapa orang mengalami tindakan kekerasan dari Mang Lili,” ucapnya dalam sebuah video.

Dalam videonya ia menjelaskan, kalau Mang Lili itu adalah seorang pria yang usianya dibawah 70 tahunan, antara 65 sampai 70 tahunan.

“Mang Lili ini adalah orang yang mempunyai kelebihan, diberikan ujian yang lebih oleh Allah SWT, yaitu tidak bisa berbicara dan tidak bisa mendengar, boleh dibilang bisu dan tuli gitu secara fisik,” terangnya.

Ia menjelaskan, sejak kecil Mang Lili merupakan pekerja keras dan sampai saat ini tinggal sendiri di deket rumahnya. Tidak memiliki orang tua, tidak punya istri, bahkan tidak tinggal dengan anaknya.

“Saya tidak tahu sampai saat ini dia sudah punya anak atau belum yang saya tahu dia tidak sempat menikah juga sih. Tapi tidak tahu ya,” katanya.

Kemudian Ia memposisikan diri sebagai Mang Lili, tapi tidak bermaksud untuk membelanya. Tapi hanya sekedar bercerita saja terkait pemahamannya terhadap Mang Lili.

“Untuk saat ini Mang Lili itu tidak memiliki keluarga yang dia sayangi, yang dia cintai atau sesuatu yang bisa dia banggakan. Makanya kemungkinan uang Rp2 Ribu atau Rp1 Ribu yang dia harapkan ketika dia parkir di Alfamart itu, ketika dia jadi petugas parkir di Alfamart, itu adalah satu-satunya hal yang paling berharga untuk beliau, itu pemahaman saya ya,” kata Luqy.

Ia juga tidak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang mau melaporkan Mang Lili, atau sekedar menghujatnya. “Kalau teman-teman mau laporkan, tindakan beliau atau mau hujat beliau seperti apa silakan. Cuma saya coba memberikan pemahaman saya terkait Mang Lili ini,” katanya.

Ia juga menjelaskan, memang parkir di Alfamart itu harusnya gratis tidak ada bayar parkir dan tidak ada juga yang menyuruh atau memperbolehkan Mang Lili parkir di sana.

“Tapi yang jelas saya minta wargi coba tulis di komen. Kira-kira kalau Mang Lili tidak jadi tukang parkir di Alfamart, profesi apa yang bisa Mang Lili peroleh untuk menjalankan hidupnya, untuk menyambung hidupnya? Ketika kita berpikir bijak selain kita mengkritik orang lain kita juga mencari solusi yang terbaik untuk kita bersama. Tadi rame-rame bahasannya di Grup Facebook Kabar Terkini Rancakalong,” terang Luqy.

“Ayo wargi kita coba selesaikan masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat kita dan salah satunya hal-hal seperti ini. Nah kita juga mencoba belajar mengemukakan solusi untuk sosial,” tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button