MistisPasehSumedang

Rumpun Bambu di Paseh Tiba-tiba Berdiri Sendiri Setelah 2 Bulan Tumbang Diterjang Puting Beliung, Warga Kaitkan dengan Hal Mistis

Rumpun bambu yang tumbang diterjang angin puting beliung dua bulan lalu, tepatnya 23 Januari 2023, tiba-tiba tegak kembali, berdiri sendiri pada Hari Kamis, 23 Maret 2023.

Kejadian yang sempat menghebohkan masyarakat ini terjadi di Dusun Paseh RT 06 RW 02 Desa Paseh Kidul Kecamatan Paseh Kabupaten Sumedang.

Sebelumnya, di wilayah tersebut terjadi bencana alam angin puting beliung yang merusak sedikitnya 10 rumah warga 2 bulan yang lalu, 23 Januari 2023.

Selain merusak rumah, hantaman angin juga menumbangkan beberapa pohon disekitarnya, salah satunya rumpun bambu itu yang ikut tersapu angin hingga tumbang.

Tumbangnya rumpun bambu itu juga sempat diabadikan warga setempat melalui video. Dalam video tampak pohon bambu tersebut posisinya berbaring dengan posisi akar yang masih dipenuhi tanah menjulang 90° ke atas.

Pada saat kejadian angin puting beliung, menurut ketua Rukun Warga (RW) 02, Tomi Kosasih, tidak lama rumpun bambu itu langsung dibersihkan daunnya, ada sebagian yang dipotong warga dan sebagian lainnya dibiarkan begitu saja dengan posisi terbaring.

Saat ditinjau ke lokasi, kondisi bambu memang sudah sebagian diambil warga, terlihat bekas potongan-potongan bambu yang sudah diambil warga, yang ada tinggal tunggulnya saja, tapi sebagian sekira 50 persenan bambu tidak d potong masih dibiarkan utuh nyambung dengan akarnya yang masih diliputi tanah.

Baca Juga :  Warga Perum Cicaruy Paseh Unjuk Rasa di Depan Kantor Marketing Property Eks Grup

Selain itu juga, dibagian akarnya (tunggul) tampak juga bekas api, tampaknya, warga, untuk membersihkan rumpun bambu dengan cara dibakar dibagian akarnya untuk membersihkan sisa-sisa daun/batang bambu yang kering.

Rumpun Bambu Tegak Kembali Berdiri Sendiri Tepat Diawal Ramadhan

Fenomena yang menghebohkan ini juga bertepatan dengan awal bulan Ramadhan 1.444 H, dan sama tanggalnya 23 dengan kejadian angin puting beliung yang menimpa wilayah tersebut 2 bulan lalu.

“Dulu angin puting beliung tanggal 23 Januari, sekarang sama tanggal 23 juga, 23 Maret 2023,” kata Tomi kepada wartawan saat ditemui di lokasi kejadian, Jum’at (24/3).

Menurutnya, kejadian ini pertama diketahui oleh Feby (16), seorang remaja yang tengah berkumpul bersama teman-temannya yang berjumlah 5 orang. “Biasa anak-anak kalau bulan puasa suka bangunin sahur keliling kampung,” kata Tomi.

Sebelum membangunkan sahur anak-anak berkumpul dulu di rumah yang dekat dengan rumpun bambu tersebut sekira Jam 01.30 WIB. Tiba-tiba Febi melihat sosok yang tinggi besar lewat di hadapannya menuju rumpun bambu itu.

Baca Juga :  Aksi Perang Sarung Kembali Terjadi di Paseh Sumedang

“Si Febi sontak kaget, bahkan sempat cirambay (baca : berlinang air mata) kemudian anak-anak yang sedang kumpul sama Si Febi mendengar suara ngageblug (suara seperti yang jatuh ke tanah),” kata Tomi.

Penasaran, anak-anak itu kemudian secara bersamaan mendekati sumber suara, ternyata rumpun bambu yang tadinya tumbang tampak sudah berdiri kembali, tegak lurus menjulang ke atas langit.

“Beberapa warga pun sama ada yang berdatangan ke lokasi, karena memang rumpun bambu dengan pemukiman warga,” kata Tomi.

Kemudian warga juga ada yang mengabadikan fenomena tersebut melalui video seluler. Berhubung saat kejadian menjelang sahur, tidak lama warga dan anak-anak yang berada di lokasi juga pulang ke rumah masing-masing.

Warga Kesurupan

Pipin (18), salah satu anak yang ikut ngumpul dan menyaksikan fenomena itu ketika pulang kerumah menceritakan kepada Ibunya Yuyu (60). Tidak lama setelah mendengar cerita itu, Ibu Yuyu mengalami kesurupan.

“Saat kesurupan Ibu Yuyu bilang Eta Imah Aing (itu rumah saya), secara berulang,” Tomi menjelaskan. Mungkin maksudnya, rumpun bambu yang tiba-tiba berdiri itu adalah rumah yang masuk ke raga Ibu Yuyu.

Baca Juga :  Desa Haurkuning Sumedang Gelar Kerja Bakti dan Silaturahmi RT RW

Ada Batu Besar dekat Rumpun Bambu

Batu besar yang berada di dekat rumpun Bambu.

Sebagai ketua RW, Tomi juga mengajak wartawan Tahu Ekspres untuk melihat Batu besar yang ada didekat rumpun bambu.

Setelah dicek, ternyata benar, Batu itu begitu besar dan panjang seperti bukit. Menurut Tomi, tempat ini terbilang angker dipandang oleh warga sekitar. Jadi pantas saja kalau fenomena rumpun bambu berdiri sendiri dikaitkan kepada hal mistis oleh warga.

Komentar Netizen Melihat Fenomena Bambu Berdiri Sendiri

Setelah admin Tahu Ekspres memposting video fenomena rumpun bambu berdiri sendiri di media sosial, banyak komentar beragam dari netizen yang mengungkapkan pendapatnya.

Salah satunya dari akun @mhdn0977 : itu hal biasa,,,depan rumah saya kebun bambu,,biasa nya kalo satu rumpun roboh,terus di potong,,emang akan tegak kembali.

Kemudian pendapat ilmiah juga dilontarkan oleh akun @nuebayani : Tegak lg krna batang sdh di potong”. Otomatis bagian atas lebih ringan, dan bagian akar + tanah masih lebih berat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button