Sumedang – Puluhan sepeda motor berknalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi terjaring razia yang digelar Satuan Lalu Lintas Satlantas Polres Sumedang di kawasan Bundaran Binokasih, Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu (5/8/2026).
Razia tersebut merupakan tindak lanjut dari banyaknya aduan masyarakat terkait kebisingan knalpot brong yang meresahkan warga di sejumlah titik di Kabupaten Sumedang.
Dalam operasi itu, petugas gabungan menjaring sekitar 20 kendaraan yang menggunakan knalpot tidak sesuai ketentuan. Selain memeriksa kondisi knalpot, petugas juga mengecek kelengkapan surat-surat pengendara.
Kasat Lantas Polres Sumedang, AKP Agus Sukaedi, mengatakan penertiban knalpot brong dilakukan atas instruksi Kapolres Sumedang. Tujuannya untuk menciptakan ketertiban lalu-lintas dan mengurangi polusi suara.
“Mulai saat ini, di wilayah hukum Polres Sumedang atas perintah Kapolres Sumedang, kami melaksanakan penertiban knalpot brong, baik pada kendaraan roda dua maupun kendaraan lain yang mengganggu keamanan serta menimbulkan polusi suara,” ujarnya.
Agus menyebut operasi di Bundaran Binokasih merupakan razia ketiga yang digelar dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, penertiban serupa telah dilakukan di kawasan Jatinangor dan Alam Sari.
“Alhamdulillah, berkat dukungan rekan-rekan dan instansi terkait, pada operasi sore ini kami berhasil menjaring sekitar 20 unit kendaraan. Setelah diamankan, kami memeriksa kelengkapan surat-suratnya. Jika ditemukan pelanggaran atau kelengkapan yang tidak sesuai, maka kami lakukan penindakan,” katanya.
Ia menegaskan, razia knalpot brong akan terus digelar secara berkala di sejumlah titik. Satlantas juga berencana memusnahkan knalpot yang tidak memenuhi standar pemerintah.
“Rencananya knalpot yang tidak sesuai ketentuan, di luar standar yang telah diatur pemerintah maupun ketentuan otomotif, akan kami musnahkan,” tegas Agus.
Pengendara yang terbukti melanggar pun langsung diberikan tindakan sesuai aturan yang berlaku. Kendaraan yang terjaring kemudian diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.







