Sumedang – Pemerintah Kabupaten Sumedang akan segera mengatur terkait larangan penggunaan media sosial (Medsos) bagi anak usia di bawah 16 tahun.
Hal itu dijelaskan oleu Wakil Bupati Sumedang M Fajar Aldila, saat membuka Bazar Ramadan Fair Cibeusi Berseri di Perumahan Jatinangor City Park, Minggu (8/6/2026).
Fajar menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026, yang mengatur pembatasan akses anak-anak berusia di bawah 16 tahun ke platform digital.
“Pemkab Sumedang akan tegak lurus dengan pemerintah pusat,” Katanya.
Anak berusia di bawah 16 tahun tidak boleh lagi memiliki akun di platform digital berisiko tinggi. Melalui peraturan ini, pemerintah menunda akses akun anak di bawah 16 tahun pada platform digital berisiko tinggi, termasuk media sosial dan layanan jejaring.
Implementasi peraturan akan dilakukan secara bertahap mulai 28 Maret 2026. Dalam penerapan peraturan tersebut, akun milik anak berusia di bawah 16 tahun di platform digital yang dinilai berisiko tinggi seperti YouTube, TikTok, Facebook, Instagram, Thread, X, Bigolive, dan Roblox akan dinonaktifkan.
“Mulai tanggal 28 Maret 2026 bagi anak-anak di bawah umur 16 tahun dan mempunyai media sosial akan ditracking dan diblokir. Ini untuk menyelamatkan generasi,” Ujarnya.
Dalam kesempatan bazar, Wabup Fajar meminta Karang Taruna harus jadi pemuda yang inovatif, kreatif.
“Jauhi narkoba, jauhi judi online jauhi hal-hal yang berdampak negatif kepada masa depan nanti. Jatinangor ini wilayah edukasi, dunia pendidikan, smart city nya Sumedang. City Knowledge Kota Pengetahuan dan masyarakatnya cerdas,” kata Fajar.
Kegiatan bazar yang diisi UMKM dan lomba fashion show Anak- anak dan tampilan kesenian tersebut digelar selama 14 hari.










