HukumPeristiwa

10 Pelajar yang Terlibat Tawuran di Cadas Pangeran Dikirim ke Barak Militer

Sumedang – Sebanyak 29 pelajar diamankan Polres Sumedang buntut tawuran di kawasan Cadas Pangeran Atas, Desa Cijeruk, Kecamatan Pamulihan, Sumedang. Dari jumlah tersebut, 10 pelajar dikirim ke barak militer, 11 lainnya ke pusat konseling, dan 8 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Peristiwa tawuran terjadi pada Kamis (12/6/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Polres Sumedang mengungkapkan bahwa aksi itu melibatkan pelajar dari salah satu SMK di Sumedang dan SMK di Kabupaten Bandung. Dua pelajar mengalami luka berat akibat peristiwa tersebut.

Baca Juga :  Polres Sumedang Gencarkan Pembinaan Remaja dan Imbauan Kamtibmas, Kasat Binmas: 'Cegah Geng Motor hingga Miras'

“Korban luka berat yaitu adalah AK (16) pelajar SMK di Sumedang dan RK (18) pelajar SMK di Cileunyi. Keduanya masih dirawat intensif di RSUD Umar Wirahadikusuma Sumedang dan RSUD Ujungberung Bandung,” ujar Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono, Sabtu (14/6/2025).

Dari total 29 orang yang diamankan, polisi menetapkan 8 pelajar sebagai tersangka. Mereka diduga melakukan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama dan membawa senjata tajam saat tawuran berlangsung.

“Mereka kami jerat dengan Pasal 170 KUHP dan UU Darurat No. 12 Tahun 1951. Ini bentuk komitmen kami dalam menindak tegas pelaku kekerasan,” tegas AKBP Joko.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Terpaksa Jadi Pemulung di Jakarta, Polres Sumedang Pulangkan ke Pangkuan Ibu di Cibugel

Namun, Kapolres juga menekankan bahwa pendekatan pembinaan tetap dikedepankan bagi pelajar yang tidak terlibat langsung. Langkah itu diambil untuk mencegah mereka kembali terjerumus ke dalam tindakan kekerasan serupa.

“Pembinaan karakter tetap penting. Maka dari itu, kami kirim 10 pelajar ke Barak Militer Dodiklat TNI AD untuk dibina secara disiplin, dan 11 pelajar lainnya ke PUSPAGA DPPKBP3A Sumedang untuk mendapat pendampingan psikososial,” jelasnya.

Baca Juga :  Polri Tanam Jagung di Sumedang, Targetkan Dukung Program Swasembada Pangan

Pihak kepolisian juga menggandeng berbagai instansi untuk menangani kasus ini secara menyeluruh. Beberapa di antaranya yaitu BAPAS, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Tawuran antar pelajar adalah ancaman nyata terhadap masa depan generasi muda. Kami berharap semua pihak—sekolah, orang tua, dan masyarakat—bisa lebih memperkuat pembinaan karakter serta pengawasan terhadap anak-anak,” pungkas AKBP Joko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800 Heboh Sosial Media Andika Medan Bongkar Cara Aktifkan Mode Pecahan X10 Strategi Petir800 Mengubah Nasib Andika Medan Melalui Formasi Ubin Mahjong Bukan Keberuntungan Biasa Pria Medan Bagikan Tutorial Membaca Ritme Pecahan Rahasia Dibalik Ketenangan Andika Medan Mengincar Pecahan X10 Analisis Pola Inilah Detik Detik Transisi Ubin Emas Mahjong Andika Medan Viral Menang Tak Masuk Akal Modal 50 Ribu Andika Berhasil Paksa Keluar Pecahan X10 Pengakuan Andika Medan Tentang Skema Ubin Mahjong Layar Dipenuhi Angka 10 Misteri Pola 20 Spin Petir800 Terpecahkan Pemuda Medan Buktikan Simbol Naga Awalnya Iseng Modal 50 Ribu Andika Medan Temukan Pola Frekuensi Pecahan X10 Gegerkan Jagat Maya Pria Medan Ungkap Rahasia Menaklukkan Simbol Naga Mahjong Matriks Slot Online Dengan Penekanan Pada Pola Transisi Cara Praktis Memahami Slot Online Hari Ini Teknik Pengelolaan Slot Online Untuk Performa Stabil Dan Terukur Slot Online Metode Proyeksi Untuk Performa Lebih Terarah Pola Slot Online Paling Smooth Ritme Spin Yang Benar Benar Teratur Pendekatan Analisa Terarah Progresif Hasil Stabil Slot Online Panduan Winrate Scatter Mahjong Psoft Metode Unggulan Dinamis Performa Maksimal Slot Online Kontrol Cerdas Berkelanjutan Performa Stabil Unggul Slot Online Analisa Modern Dengan Peluang Optimal Slot Online