EkonomiNasionalSumedang

Momentum Hari UMKM Nasional, Pelaku Usaha Minta Ada Rumah Kemasan di Sumedang

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Hari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang kerap diperingati setiap tanggal 12 Agustus, sejatinya dijadikan momentum untuk merawat dan membesarkan semangat ekonomi kerakyatan bagi pelaku UMKM di Sumedang.

“Dewasa ini sejumlah persoalan bagi pelaku UMKM di Sumedang dinilai sangat kompleks. Sehingga, peranserta stakeholder terkait kususnya pemerintah harus benar-benar hadir dan dapat dirasakan kiprahnya oleh para pelaku UMKM,” ujar salahsatu pelaku UMKM yang juga Owner Batik Umimay, Andri Sopyan Permana kepada wartawan di Tanjungsari Sumedang Jawa Barat (Jabar), Sabtu (12/8/2023).

Menurut Andri, lebih dari 30 ribu pelaku UMKM di Sumedang keberadaanya harus betul betul diperhatikan. Mengingat, persoalan pelaku UMKM tidak terlepas dari peranserta pemerintah untuk bersama-sama mengantisipasinya. Mulai dari pendampingan, pembuatan perizinan, sertifikasi, inovasi produk, permodalan, akses pasar ekspor, kemitraan dalam rantai pasok industri dan masih banyak yang lainnya.

“Sejauh ini keberadaan UMKM di Sumedang dinilai semakin naik kelas meskipun perhatian dari pemerintah dinilai masih belum optimal,” ucap Andri yang juga salahsatu pendiri Forum UMKM Kabupaten Sumedang sekaligus pengurus Yayasan Forum UMKM Sumedang.

Menurut Andri, menjamurnya komunitas UMKM di Sumedang dinilai dapat mempengaruhi untuk kemajuan para pelaku UMKM itu sendiri. Meski kondisi sekarang pemasarannya masih menjadi persoalan utama bagi pelaku UMKM.

“Bagi kelas mikro persoalan pemasaran masih jadi kendala utama. Sehingga, peran pemerintah terhadap pelaku UMKM untuk pemasarannya dinilai perlu ditingkatkan kembali. Terlebih, kami juga memahami hal-hal apa yang dibutuhkan oleh pelaku usaha UMKM ini.

Mungkin bukan hari ini dampaknya dirasakan, tapi nanti setelah brand dan produk mereka dikenal dan terkenal.

Tentu saja, jika sudah terdaftar maka akan lebih aman dalam menjalankan produk UMKMnya,” terang Andri.

Tak hanya itu, sambung Andri, para pelaku UMKM di Sumedang juga berharap adanya Rumah Kemasan sebagaimana yang telah digagas oleh pemerintah pusat.

“Jadi, Rumah Kemasan ini untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan UMKM agar lebih berkembang serta naik kelas. Melalui Rumah Kemasan ini pelaku UMKM dapat diarahkan untuk membuat pembungkus produk yang menarik. Namun untuk di Sumedang sendiri, Rumah Kemasan ini belum ada,” katanya.

Menurut Andri, sejauh ini masih banyak kemasan produk UMKM belum dibuat maksimal. Padahal, secara kualitas, produk UMKM yang ada di dalamnya memiliki kualitas bagus.

“Dengan adanya Rumah Kemasan ini, kedepannya para pelaku UMKM dapat diarahkan untuk membuat kemasan produk yang menarik bahkan layak untuk masuk ke pasar nasional maupaun internasional,” tukas Andri Sopyan Permana. (*)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button