BudayaKulinerWisata

Kuliner dan Budaya Harus Menyatu dalam Literasi Sumedang sebagai Tujuan Wisata

Semenjak Bendungan Jatigede mulai digenang Tahun 2015 silam, Sumedang sebagai tujuan wisata terus digaungkan berbagai pihak. Penataan tempat wisata dipepesir waduk pun terus berbenah menampilkan wajah terbaiknya.

Ikon baru sebagai wajah Jawa Barat pun sedang dibangun, bahkan hari ini, Kamis 22 Juni 2023, pembangunan Mesjid Al-Kamil dengan menara Kujang Sepasang hampir rampung pengerjaannya.

Bendungan Jatigede menjadi daya tarik tersendiri Sumedang sebagai tujuan wisata, ditambah, bulan Depan pada Juli 2023, Tol Cisumdawu rencananya akan diresmikan Presiden Joko Widodo. Tentu hal ini menjadi semakin mempermudah akses orang luar untuk berkunjung ke Kabupaten Sumedang.

Melalui akses Tol Cisumdawu yang terhubung langsung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati Majalengka diharapkan bisa mendatangkan pengunjung dari luar pulau bahkan luar negeri negeri untuk berkunjung ke Sumedang.

Tentunya ini adalah peluang yang sangat strategis, akses yang mudah dan juga Bendungan Jatigede yang menjadi ikon nasional diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Sumedang.

Namun tidak cukup untuk itu, Sumedang juga jika ingin benar-benar menjadi tujuan wisata harus mampu membangun literasi budaya yang ada dan menyiapkan berbagai macam kuliner yang khas.

Karena biasanya, para pengunjung datang ke tempat wisata tidak lengkap kalau tidak sambil makan. Ini yang masih menjadi PR besar bagi warga Sumedang. Orang diluar sana, saat ini hanya mengetahui makanan khas Sumedang, Tahu dan Ubi Cilembu, itu hanya bisa dijadikan oleh-oleh saja.

Tapi hingga saat ini belum ada makanan khas lain yang bisa bikin betah pengunjung untuk menyantapnya ditempat. Mungkin ada beberapa rumah makan yang ada di Kabupaten Sumedang yang biasa menjadi tujuan wisatawan ketika berkunjung Sumedang. Tapi itu dirasa belum optimal karena masih belum marak dan ramai.

Selain itu juga, Sumedang sebagai Puser Budaya Sunda, seharusnya bisa lebih mengoptimalkan budaya yang ada sehingga orang yang berkunjung ke Sumedang itu penasaran dengan budayanya.

Tentu hal ini juga harus dibarengi dengan literasi budaya yang konkrit dan maksimal. Mengingat, sebelum berkunjung, tentunya wisatawan harus tahu dulu apa yang ada di Kabupaten Sumedang. Dengan literasi inilah orang menjadi tahu apa itu Sumedang, ada apa saja di Sumedang, termasuk budayanya.

Ketiga unsur inilah, kuliner, budaya kemudian dimaksimalkan literasinya, inshaAllah, Sumedang sebagai tujuan wisata akan benar-benar terwujud. Bali sudah menjadi bukti, kemudian Yogyakarta, selanjutnya adalah Sumedang.

Ditulis oleh : Direktur Tahu Ekspres, Mamat Munandar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button