CisaruaPeristiwaSumedang

Kronologi Lengkap Bah Kobra Dipatuk Ular Hingga Tewas Saat Perayaan Agustusan di Sumedang

Seorang pawang ular yang bernama Rosandi Maulana (60) atau orang mengenalnya dengan sapaan Bah Kobra meninggal dunia setelah dipatuk ular King Kobra peliharaan saat pertunjukan perayaan momen Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Sukajadi Desa Bantarmara Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, pada Jumat Malam, Tanggal 18 Agustus 2023.

Dari video yang diterima Redaksi Tahu Ekspres, saat pertunjukan Bah Kobra tampak tidak mengenakan baju, pakai celana komprang hitam dan iket kepala khas Sunda.

Video yang berdurasi 25 detik itu menunjukkan Bah Kobra tampak berbaring dengan ular King Kobra yang berada diatas kepalanya dengan posisi ular siap menyerang. Selain atraksi dengan King Kobra, ia juga tampak memegang ular berwarna hijau menggunakan tangan kanannya.

Bah Kobra kemudian segera berbalik arah ke sebelah kanan dan sambil menyundul kepala King Kobra. Dengan posisi berjongkok mengikuti gerakan King Kobra, pria yang diketahui petugas kebersihan Puskesmas Cisarua ini terus menari-nari dengan tatapan tajam ke arah kepala King Kobra.

Dalam posisi itulah, Bah Kobra sempat menoleh ke ular warna hijau yang sedang dipegang oleh tangan kanannya. Namun secara tiba-tiba, ular King Kobra yang berada di depan sebelah kiri tiba-tiba mematuk tangan kiri bagian bawah setelah sikut. Bah Kobra pun sontak segera berdiri dan berusaha mengayun-ngayunkan tangan kirinya untuk melepaskan gigitan ular King Kobra.

Menurut Karyawan Puskesmas Cisarua, Maman Sulaeman (30), selaku rekan korban, menjelaskan kronologi meninggalnya Bah Kobra dipatuk ular peliharaannya.

Menurutnya, korban merupakan petugas kebersihan UPTD Puskesmas Cisarua yang berprofesi juga sebagai pawang ular. Pada Tanggal 18 Agustus 2023, korban ikut memeriahkan acara yang sedang berlangsung bersama dengan ular dan satu orang sesama pawang ular lainnya di Desa Bantarmara.

“Korban Bersama dengan temannya berangkat menuju Desa Bantarmara dan tiba dilokasi sekira Jam 21.30 WIB. Lalu, sekira Jam 21.45 WIB, korban dan temannya memulai pertunjukkan dengan ular King Kobra.

Sekitar 10 menit pentas, korban digigit ular di area lengan bawah. Pada saat kejadian, korban dalam keadaan lelah dikarenakan sudah 2 hari melaksanakan aktivitas yang cukup padat yang menjadikan daya hindar korban terhadap ular berkurang,” kata Maman seperti pada keterangan tertulisnya yang diterima Tahu Ekspres, Minggu (20/8).

Lima menit setelah digigit ular, lanjut Maman, korban masih dalam keadaan sadar dan sempat mengemas barang-barangnya. Setelah itu, korban meminta diantar ke Puskesmas Cisarua menggunakan motor.

Di perjalanan, kata Maman, korban mulai merasa pusing dan saat tiba di Puskesmas korban dihampiri 2 orang karyawan Kantor Kecamatan Cisarua yang kebetulan sedang mengikuti rangkaian kegiatan HUT ke-78 RI di alun-alun kecamatan Cisarua.

“Korban kemudian meminta temannya untuk membelikan susu bear brand dan mengabari keluarganya. Lalu korban meminum susu bear brand dan memposisikan tidur terlentang di depan Puskesmas. Setelah meminum susu, korban mulai merasa pusing kembali dan sempat muntah-muntah. Lalu korban mulai kehilangan kesadaran,” kata Maman.

Sekira Jam 23.05 WIB, kata Maman, saat korban mengeluhkan pusing, salah satu karyawan Kantor Kecamatan Cisarua langsung pergi ke kediaman supir ambulance yang rumahnya berada tidak jauh dari Puskesmas Cisarua. Supir dan karyawan Kecamatan tersebut langsung kembali menuju Puskesmas. Karena melihat kondisi korban yang sudah tidak sadarkan diri, korban langsung dilarikan ke RSUD Sumedang bersama dengan istri korban, karyawan Kantor Kecamatan dan supir ambulance.

“Sekira Jam 23.15 WIB korban tiba di RSUD Sumedang dan langsung diberi tindakan, namun korban dinyatakan tidak selamat,” tutur Maman.

Dikarenakan peristiwa korban terjadi pada malam hari dan Puskesmas Cisarua bukan Puskesmas rawat inap, kata Maman, sehingga di Puskesmas saat itu tidak ada petugas medis yang berjaga, dan tidak dilakukan konsultasi kepada dokter atau petugas medis sehingga pasien tidak sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas.

“Saya mendapatkan informasi tersebut dari beberapa narasumber berikut dari orang yang ikut pentas dengan korban,” ujar Maman.

Sebagai rekan korban, dengan meninggalnya Bah Kobra, menurut Maman, bukan hanya meninggalkan duka bagi keluarga namun juga bagi rekan-rekan, tetangga dan orang-orang yang mengenalnya. Sebab sosok almarhum dikenal memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.

“Almarhum ini orangnya sangat aktif sekali bukan hanya dalam bidang seni dan budaya tapi dalam pemerintahan tingkat Kecamatan, sosok almarhum ini jiwa sosialnya sangat tinggi sekali,” kata Maman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button