CimanggungSumedang

Korsleting Listrik, Rumah Panggung di Pasirnanjung Cimanggung Sumedang Terbakar

Sumedang – Sebuah rumah panggung milik warga Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, dilalap api pada Sabtu (7/2/2026) pagi. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dan menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 30 juta.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan rumah milik Rahmat Gunawan, warga Dusun Sindangsar RT 03 RW 12, Desa Pasirnanjung. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir: Pawai Taaruf Sebagai Syiar Kesiapan Menyambut Ramadan 1447 H
Petugas pemadam kebakaran  melakukan pendinginan di lokasi kebakaran rumah panggung milik warga di Desa Pasirnanjung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Sabtu (7/2/2026).

Saksi mata, Agus, mengatakan api pertama kali terlihat muncul dari bagian rumah sebelum kemudian membesar. “Sekitar jam 10 pagi saya melihat api sudah membesar di rumah Pak Rahmat. Diduga dari korsleting listrik, lalu merembet cepat karena bangunannya rumah panggung,” kata Agus saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Baznas Sumedang Dorong Penguatan UPZ untuk Optimalkan Pengumpulan Zakat

Warga sekitar langsung berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sembari meminta bantuan aparat dan petugas pemadam kebakaran. Proses pemadaman melibatkan warga setempat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, RT/RW, pemerintah desa, serta tim pemadam kebakaran.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN Unsap Olah Sampah Plastik Jadi Paving Blok, Warga Suriamedal Apresiasi Program Zero Waste

Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, rumah panggung tersebut mengalami kerusakan berat dan sebagian besar harta benda korban tidak dapat diselamatkan.

Dugaan sementara, kebakaran disebabkan oleh gangguan instalasi listrik di dalam rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button