Nasional

Kejadian Berdarah Di Muktamar IMM Ke-20 Mahasiswa Alami Luka Di Bagian Pelipis

TAHUEKSPRES – Muktamar Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang ke- 20 di Palembang meninggalkan kejadian berdarah saat forum tertinggi tersebut di gelar, kejadian tersebut berlangsung saat sidang pleno ketika salah satu Mahasiswa Asal Semarang Andre Hermawan menanyakan terkait SK Panlih yang menurutnya tidak ada kejelasan.

“Awalnya saya dan kawan-kawan Semarang menanyakan terkait SK Panlih yang tidak ada, namun sebagian Muktamirin yang lain menganggap pertanyaan saya seolah-olah adalah hal yang provokatif di forum,” kata Andre saat memberikan keterangan kepada Wartawan Tahu Ekspres lewat Whatsapp telepon, Minggu (3/3/2024).

Andre juga mengatakan, dirinya pada saat itu dikejar oleh beberapa Muktamirin yang menganggap pertanyaannya terkait SK Panlih sebagai bentuk provokasi di forum tersebut, sampai pada akhirnya Andre terkena tendangan di bagian badan dan pukulan di area pelipis sehingga Andre di bawa ke Rumah sakit, meskipun beberapa Muktamirin berusaha untuk mengamankan.

Baca Juga :  Jelang Pilkada, IMM Ingatkan KPU dan Bawaslu Jaga Integritas Sebagai Penyelenggara dan Pengawas

“Tiba-tiba saya di kejar mas, seusai saya menanyakan hal tersebut oleh beberapa Muktamirin, saking banyaknya saya gatau jelasnya siapa dan dari mana yang mengejar saya, badan saya kena tendang sehingga memar-memar dan tepat di bagian pelipis saya kena pukulan yang mengakibatkan saya di bawa ke Rumah Sakit,” tambahnya.

Perhelatan Muktamar ke-20 tersebut tambah Andre, merupakan forum tertinggi yang bisa dikatakan tidak sah, dari SK Panlih yang tidak ada, kejelasan jadwal Muktamar dan pengesahan komisi yang di sahkan secara terburu-buru.

Baca Juga :  Komitmen Muhammadiyah Membantu Kurangi Kemiskinan Ekstrim di Sumedang

“Forum Muktamar ini saya rasa sulit jika dianggap sebagai forum yang sah, karena banyak hal yang janggal seperti tidak adanya SK Panlih juga Jadwal Muktamar yang tidak jelas, lalu pengesahan komisi di sahkan secara terburu-buru,” kata Andre.

Di tempat yang sama, peserta Muktamar yang tergabung dalam Pimpinan Cabang IMM Sukabumi Raya, Afiffakhruddyn Ruhiyat juga membenarkan kejadian tersebut, karena dirinya juga ada pada saat kejadian tersebut.

“Iya kang benar, saya juga ada pada saat kejadian, bermula saat sodara andre menanyakan terkait sk panlih , tetapi tidak di gubris oleh panitia panlihnya,” kata afif.

Mahasiswa asal Sumedang tersebut juga menerangkan kronologi yang sama seperti korban, bermula dari kejelasan SK Panlih yang tidak ada, hingga berakhir ke pengeroyokan yang dilakukan pada forum tersebut, hingga akhirnya bisa di amankan oleh pihak keamanan dan korban berhasil di selamatkan lewat jendela.

Baca Juga :  Komitmen Muhammadiyah Membantu Kurangi Kemiskinan Ekstrim di Sumedang

“Afif lihat Andre berlari ke belakang untuk menghindari hal yang tak di inginkanakan, tetapi bukannya berhenti masa dari depan terus mengejar dan berusaha memukul serta melempar kursi ke sodara Andre, namun akhirnya Andre di pukul dan di tendang, Andre yang sudah terpojok untung nya ada panitia dan kokam yang sigap langsung mengamankan andre dan berhasil mengeluarkan lewat jendela ruangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button