Sumedang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mencatat 23 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang 2026. Total luas lahan yang terbakar mencapai 48,826 hektare, dengan Kecamatan Tomo menjadi wilayah yang mengalami dampak terluas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang, Hendar, mengatakan luas lahan yang terbakar di Kecamatan Tomo mencapai 28,8 hektare. Adapun wilayah lain yang terdampak meliputi Sumedang Selatan seluas 9,246 hektare, Cimalaka 4 hektare, Tanjungsari 3 hektare, Rancakalong 1,75 hektare, Paseh 1 hektare, dan Sumedang Utara 0,03 hektare.
Meski demikian, dari sisi frekuensi kejadian, Kecamatan Sumedang Selatan menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak, yakni 11 kejadian. Sementara peristiwa lainnya tersebar di Kecamatan Tomo, Paseh, Cimalaka, Rancakalong, Tanjungsari, dan Sumedang Utara.
Menurut Hendar, kebakaran dipicu oleh kombinasi kondisi cuaca pada musim kemarau dan aktivitas manusia.
“Jadi selain faktor cuaca, ada juga faktor dari manusia. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan agar dapat menekan terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” kata Hendar saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, (29/7/2026).
Ia menjelaskan, kelalaian seperti membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan masih menjadi penyebab kebakaran di sejumlah lokasi.
BPBD, kata Hendar, terus memantau kawasan yang masuk kategori rawan kebakaran serta memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
“Kami juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar terus waspada dari ancaman kebakaran hutan di musim kemarau ini,” ujarnya.
Hendar menambahkan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus 2026. Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Puncak kemarau ini, dipengaruhi oleh fenomena El Nino. Jadi berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tuturnya.







