Drone Tiang Pintar di Alun-alun Sumedang Dicabut Sementara, Diskominfo: Sedang Maintenance dan Kalibrasi
Sumedang – Drone yang menjadi salah satu fitur unggulan Smart Pole atau tinga pintar di kawasan Alun-alun Sumedang untuk sementara tidak terlihat di lokasi. Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan perangkat tersebut tidak rusak, melainkan sedang menjalani proses maintenance dan kalibrasi oleh pihak vendor.
Kepastian itu disampaikan Sekretaris Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosanditik) Kabupaten Sumedang, Arief Syamsudin, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (27/6/2026).
“Di vendornya, maintenance sareng kalibrasi,” kata Arief.
Menurut Arief, drone tersebut baru dikembalikan kepada vendor beberapa hari lalu setelah melalui tahap uji coba. Pemkab Sumedang juga meminta adanya penyesuaian terhadap pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) agar lebih optimal sebelum kembali dioperasikan.
“Berkaca hasil uji coba kemarin, saran dari kami minta disesuaikan lagi fokus pemanfaatannya dengan optimalisasi fitur AI-nya. Mudah-mudahan secepatnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu kemampuan AI yang diharapkan pemerintah daerah adalah mampu menghitung jumlah kendaraan yang terparkir di tepi jalan secara otomatis.
“Hoyong tiasa ngitung kendaraan terparkir di pinggir jalan,” ungkapnya.
Saat ditanya sejak kapan drone tersebut tidak lagi terpasang di Smart Pole, Arief mengatakan perangkat itu baru dikembalikan kepada vendor dalam beberapa hari terakhir.
“Dikembalikannya baru beberapa hari yang lalu,” tambahnya.
Sebagai informasi, Smart Pole diresmikan Pemerintah Kabupaten Sumedang pada 7 Januari 2026 sebagai proyek percontohan tiang pintar multifungsi pertama di Indonesia. Infrastruktur berbasis teknologi tersebut dibangun di kawasan Alun-alun Sumedang untuk mendukung keamanan, kenyamanan, serta ketertiban masyarakat. Untuk penggunaan anggarannya, proyek ini menggunakan dana CSR dari perusahaan dan bukan menggunakan uang rakyat melalui APBD.
Saat peresmian, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyebut Smart Pole dirancang menjadi pusat layanan digital terpadu dalam satu tiang. Fasilitas yang tersedia di antaranya WiFi gratis, CCTV, papan informasi digital, sensor kualitas udara, pengeras suara publik, hingga stasiun pengisian daya kendaraan listrik.
Salah satu fitur andalannya adalah drone patroli yang menggunakan DJI Dock 3 AI-Based Compact Drone. Saat peluncuran, drone itu dirancang melakukan patroli otomatis hingga empat kali sehari dengan jangkauan sekitar satu kilometer dari lokasi Smart Pole.
Direktur Utama PT Alita Prataya Mitra selaku vendor, Joseph Lumban Gaol, sebelumnya menjelaskan biaya pembangunan Smart Pole bergantung pada spesifikasi yang digunakan.
“Anggaran satu tiang kisarannya Rp600 juta sampai Rp1 miliar,” kata Joseph saat peresmian.
Ia juga menyebut Smart Pole tidak hanya mendukung layanan publik berbasis digital, tetapi juga berpotensi mendorong transformasi ekonomi digital dan meningkatkan pendapatan daerah melalui pemanfaatan data serta sistem yang terintegrasi.
Meski untuk sementara drone belum terpasang kembali di kawasan Alun-alun Sumedang, Pemerintah Kabupaten Sumedang memastikan perangkat tersebut masih dalam proses penyempurnaan bersama vendor agar fitur AI yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara lebih optimal saat kembali dioperasikan.







