SumedangWisata

Dongkrak Sektor Pariwisata, PHRI Sumedang Minta Blue Print Dibenahi

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Jelang pelantikan Pengurus Badan Pimpinan Cabang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (BPC PHRI) Kabupaten Sumedang periode 2023-2028 pada pada Selasa (5/9/2023) nanti. Diharapkan, sesuai dengan rencana program kerja BPC PHRI Sumedang. Terlebih, proses pelantikan BPC PHRI periode 2023-2028 akan dihadiri Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Demikian disampaikan Ketua BPC PHRI Sumedang dr. Harnandito Yudhitia kepada wartawan di Sumedang Jawa Barat (Jabar), Minggu (3/9/2023).

Harnandito yang kerap disapa dr. Dito mengatakan, ada beberapa program kerja BPC PHRI Sumedang kedepan yang belum terselesaikan selama kepemimpinan lama.

“Jadi, sedikitnya ada tiga program utama diantaranya, membangun sinergitas dalam mengembangkan industri kepariwisataan di Kabupaten Sumedang yang berbasis ekonomi daerah dan lingkungan. Lalu, adanya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di dunia pariwisata dan perhotelan. Serta, bagaimana pengelolaan sampah dari sampah hotel dan restoran,” paparnya.

Baca Juga :  BPC PHRI Sumedang Bantu Pemulihan Bencana Gempa 

Menurut dr. Dito, mengapa pihaknya menitikberatkan pada industri pariwisata yang berbasis ekonomi daerah lingkungan, karena industri pariwisata itu bukan sebagai tujuan tapi sebagai jalan atau cara untuk mencapai tujuan.

“Tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat sehingga konsep kami adalah bagaimana konsep industri pariwisata hidrologis dan ini harus berdampak kepada ekonomi daerah. Contoh apakah industri pariwisata ini menciptakan lapangan kerja atau tidak,” ujarnya.

Kemudian yang kedua, sambung dr. Dito, apakah bahan-bahan baku produksi untuk restoran dan hotel yang nanti kedepannya mungkin banyak hotel-hotel berbintang diambil dari daerah lokal atau tidak. Itu menjadi bahan pertimbangan dalam sesi pelantikan dan pembahasan program kerja kedepan.

Baca Juga :  Melalui DBHCHT Petani Tembakau di Sumedang Dapatkan Modal Usaha Bantuan Ternak

“Lalu yang ketiga, bagaimana sumbangsih pengusaha terhadap pajak daerah itu optimal. Dan yang tak kalah penting bagaimana kondisi tersebut tidak melupakan dampak lingkungannya. Dalam hal ini artinya pelaku usaha tidak boleh melupakan dampak negatif terhadap lingkungan yang justru harus berkontribusi terhadap keamanan lingkungan,” ujarnya.

Dia pun mengungkapkan akan melanjutkan program yang sudah dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya dan meneruskan program yang belum terlaksana.

Program selanjutnya, kata dia, bagaimana memperbaiki infrastruktur dan daya dukung sarana prasarana menuju tempat wisata dan hotel di Sumedang. Sebab, meskipun Sumedang menggelar even sebesar apapun jika sarana prasarananya kurang baik tidak bisa terlaksana.

Baca Juga :  Operasi Pasar Murah Diserbu Warga Tanjungsari Sumedang, 10 Ton Beras Ludes Selama 2 Jam

Selain itu, sambung dr. Dito, terkait gebrakan kedepan bagaimana menggaet wisatawan dan investor untuk menanamkan sahamnya di Sumedang. Dia berpikir yang pertama adalah benahi dulu mengenai blue print nya. Sehingga, jelas tertata dimana lokasi yang cocok untuk hotel, tempat wisata dan informasi informasi mengenai pariwisata di Sumedang.

“Pemerintah daerah, dewan ataupun eksekutif itu harus mengeluarkan blue print pariwisata. Sehingga, bagi teman-teman pelaku usaha yang akan membuka Hotel tidak salah tempat. Kemudian, dilapangan harus ada pendampingan mengenai investasi sebab, Pak Bupati juga sudah mempermudah proses perizinan,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button