KesehatanPemerintahanPendidikan

Cuaca Ekstrem di Sumedang, Mahasiswa Unpad Teliti Karotenoid Wortel, Bermanfaat Jaga Kesehatan di Musim Hujan

Sumedang – Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad), Yayu Ramdini, meneliti kandungan karotenoid pada wortel yang dinilai bermanfaat untuk menjaga kesehatan masyarakat, khususnya di musim hujan dan kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di Kabupaten Sumedang.

Penelitian berjudul “Pengaruh Rasio Bahan dan Pelarut serta Waktu Ekstraksi terhadap Kandungan Total Karotenoid Wortel (Daucus carota L.) dengan Metode Maserasi” tersebut mengkaji potensi wortel sebagai komoditas hortikultura bernilai gizi dan ekonomi yang relevan dikembangkan di daerah.

“Karotenoid merupakan senyawa bioaktif yang berfungsi sebagai provitamin A dan antioksidan alami, sehingga berperan dalam menjaga kesehatan mata, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu menangkal radikal bebas, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem,” ujar Yayu saat diwawancarai Tahu Ekspres, Kamis (29/1/2026).

Mahasiswa asal Kecamatan Buahdua Sumedang tersebut juga menjelaskan, pada kondisi cuaca ekstrem, daya tahan tubuh masyarakat cenderung menurun dan rentan terhadap penyakit. Oleh karena itu, asupan pangan bergizi yang kaya antioksidan, seperti wortel, menjadi penting untuk menjaga imunitas tubuh.

“Selain berdampak pada kesehatan, kandungan karotenoid juga berperan sebagai pigmen alami yang memengaruhi kualitas warna dan menjadi indikator mutu produk hortikultura, jadi pedagang makanan di Sumedang juga nanti bisa pakai ini,” tambahnya.

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi rasio bahan dan pelarut serta waktu ekstraksi terhadap kandungan total karotenoid wortel menggunakan metode maserasi, sekaligus menentukan kombinasi perlakuan yang menghasilkan kandungan karotenoid tertinggi.

Selain itu, penelitian ini juga mengevaluasi karakteristik hasil ekstraksi, meliputi rendemen, kadar air, sisa pelarut, serta aktivitas antioksidan untuk menilai efektivitas dan kualitas proses pengolahan wortel pascapanen.

“Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan pengolahan pascapanen wortel agar tetap mempertahankan kandungan gizi dan memiliki nilai tambah, serta menjadi branding khusus bagi petani wortel di Sumedang ya mudah-mudahan,” katanya.

Yayu berharap Pemerintah Kabupaten Sumedang, khususnya Dinas Pertanian, dapat memanfaatkan hasil penelitian tersebut sebagai dasar pembinaan petani dan pelaku UMKM, terutama dalam pengembangan produk pangan sehat berbasis komoditas lokal.

“Dengan sinergi antara akademisi dan pemerintah daerah, wortel Sumedang bisa dikembangkan tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai sumber pangan sehat untuk menjaga daya tahan tubuh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button