Kemen Sosial Gandeng Pemkab Sumedang, Penuhi Kebutuhan Guru dan Tenaga Pendukung Sekolah Rakyat

Sumedang — Kementerian Sosial RI terus berupaya melengkapi kebutuhan tenaga pendidik dan kependidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Sumedang. Dukungan ini akan diwujudkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang.

Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, menegaskan hal tersebut saat menghadiri dialog bersama orang tua siswa di Desa Keboncau, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Kamis (2/10/2026).

Saat ini, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 menampung 501 siswa. Kebutuhan yang akan dipenuhi meliputi tenaga pengajar, tenaga kependidikan, hingga petugas pendukung operasional seperti petugas kebersihan dan pengelola sampah.

Gus Ipul, sapaan akrab Saifullah Yusuf, juga menekankan pentingnya pendampingan khusus bagi para siswa, mengingat latar belakang mereka yang beragam. Sebagian siswa merupakan korban kekerasan, sehingga memerlukan perhatian khusus terhadap perkembangan mental, kesehatan, serta pembentukan karakter.

“Penanganan siswa Sekolah Rakyat memerlukan kerja sama seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, dengan mengedepankan empati dan pendekatan yang humanis,” ujarnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 dirancang untuk jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan sistem pendidikan berasrama. Berdiri di atas lahan seluas 7,2 hektare, gedung ini kini memasuki tahap penyelesaian pembangunan. Fasilitasnya mencakup tempat ibadah, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, dan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran lainnya.

Gus Ipul mengapresiasi dukungan Pemkab Sumedang yang telah mendampingi program ini sejak tahap rintisan hingga persiapan penggunaan gedung permanen.

Program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pengentasan kemiskinan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini tidak hanya menyasar anak melalui pendidikan, tetapi juga memberdayakan keluarga siswa melalui peningkatan ekonomi, perbaikan rumah tidak layak huni, serta bantuan sosial. Diharapkan, siswa dapat menuntaskan pendidikannya sementara keluarganya semakin mandiri secara ekonomi, sehingga pengentasan kemiskinan berjalan berkelanjutan.