Viral Lagi! Warga Celaka di Jalan Rusak Pasirhuni–Jingkang, Kang Wabup Sigap Bertindak
Sumedang – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di jalan rusak Pasirhuni–Jingkang, tepatnya di Dusun Cimuncang RT 03 RW 06, Desa Jingkang, Kecamatan Tanjungmedar, Kabupaten Sumedang. Peristiwa ini viral di media sosial dan langsung mendapat respons dari Wakil Bupati Sumedang, Fajar Aldila, yang turun langsung ke lokasi pada Sabtu (17/5/2025).
“Jalan Pasirhuni–Jingkang yang katanya kemarin viral, sebenarnya setiap tahun kami lakukan perbaikan. Tapi memang karena dilakukan secara bertahap, masyarakat tidak bisa melihat secara menyeluruh bahwa ini sudah diperbaiki,” ujar Fajar atau akrab disapa Kang Wabup saat diwawancarai di lokasi kejadian.
Kecelakaan tersebut terjadi Kamis (15/5) sekitar pukul 06.45 WIB dan menimpa Wulan Sari Nuraisah, siswi kelas XI SMAN Tanjungkerta. Wulan mengalami luka cukup serius, mulai dari gigi taring copot hingga bibir sobek yang harus dijahit sebanyak sembilan jahitan. Ia terjatuh saat hendak berangkat ke sekolah.
Insiden ini bukan kali pertama terjadi di jalur tersebut. Pada 28 Maret 2024, seorang balita berusia tujuh bulan tewas setelah terjatuh dari motor akibat jalan rusak, sekitar 500 meter dari lokasi kejadian terbaru. Kasus itu juga sempat viral hingga PJ Bupati Sumedang waktu itu turun langsung ke lokasi dan mengunjungi rumah duka.
Menindaklanjuti kejadian kali ini, Kang Wabup mengaku sudah menginstruksikan jajarannya untuk segera bergerak menggunakan anggaran yang tersedia.
“Saya sudah instruksikan ke Pak Camat, anggarannya sudah ada. Tahun ini dari anggaran murni sebesar Rp500 juta dan insyaallah akan kami tambah di APBD Perubahan,” ucapnya.
Kang Wabup juga menyoroti kondisi kontur tanah yang tidak stabil dan drainase yang tertutup akibat pergerakan tanah, yang menurutnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah.
“Sebelum ke sini saya sudah cek. Banyak kontur tanah yang tidak stabil, drainase juga tertutup. Itu bakal jadi PR dan harus dikaji menyeluruh. Kami juga akan bahas titik-titik mana yang perlu dilebarkan dan diperbaiki,” jelasnya.
Ia pun meminta agar pihak perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut turut bertanggung jawab terhadap kondisi jalan yang sering dilalui alat berat dan truk.
“Sekarang sudah tidak ada lagi musim kemarau, hujan turun terus. Saya minta perusahaan-perusahaan di sini berkoordinasi dengan camat, dan tolong punya rasa sayang terhadap lingkungan sekitar. Minimal bantu maintenance jalan ini,” tegasnya.
Lebih lanjut, Fajar juga mengingatkan agar perusahaan tidak hanya mencari keuntungan di Sumedang, tapi juga memberikan kontribusi nyata bagi warga sekitar.
“Jangan hanya mau mengeruk keuntungan di Kabupaten Sumedang, tapi tidak memberi kontribusi nyata. Minimal bantu pekerjaan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Menutup pernyataannya, Kang Wabup menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas lambannya penanganan infrastruktur jalan. Ia menegaskan, keterbatasan anggaran menjadi kendala utama.
“Mohon maaf apabila penanganan kami terkesan lambat. Bukan kami tidak mau cepat, tapi ini karena keterbatasan anggaran. Makanya saya terus dorong peningkatan PAD. Kalau kekuatan fiskal Sumedang kuat, kami tak perlu tunggu APBD atau anggaran perubahan untuk bergerak,” tandasnya.
Warga berharap kejadian serupa tidak terulang lagi dan pemerintah benar-benar serius dalam memperbaiki jalan penghubung vital yang kerap memakan korban tersebut.







