Gumasep Wadah Pengembangan dan Promosi UMKM Sumedang
SUMEDANG – UMKM Gumasep, sebuah forum pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di Kabupaten Sumedang, terus memberikan kontribusi besar bagi perkembangan UMKM lokal. Didirikan pada 20 Agustus 2021, forum ini awalnya merupakan program untuk membantu pemasaran produk UMKM di bawah naungan Pemda Sumedang melalui Forum UMKM Silaturahmi dan Komunikasi Kabupaten Sumedang, dengan Gumasep sebagai pelaksana program tersebut. Kini, Gumasep telah menjadi salah satu wadah utama yang mendukung pelaku usaha di berbagai sektor.
Menurut Ketua UMKM Gumasep, Hida Nurul Millah, nama “Gumasep” memiliki dua makna. Selain singkatan dari “Gerai UMKM Sumedang PPS” (sebelumnya bernama IPP), dalam bahasa Sunda, Gumasep juga berarti sesuatu yang menarik perhatian.
“Kami berharap Gumasep benar-benar mampu menarik perhatian masyarakat dan mendorong lebih banyak pembeli,” jelasnya.
Saat ini, UMKM Gumasep memiliki hampir 700 anggota yang tergabung melalui grup WhatsApp dan telah terdata melalui formulir daring. Anggota forum ini berasal dari berbagai jenis usaha, termasuk makanan kering, kuliner, minuman, kerajinan, jasa, dan kriya. Sebanyak 80 produk aktif dipajang di berbagai gerai, sementara lainnya berpartisipasi dalam bazar dan event UMKM yang diselenggarakan.
“Kriteria kami sederhana, yang penting pelaku usaha. Setelah bergabung, mereka diarahkan untuk mengurus legalitas, mengikuti pelatihan, serta mendapatkan informasi yang relevan untuk pengembangan usaha. Selain itu, forum ini juga menjadi ajang silaturahmi antar pelaku usaha agar bisa saling mendukung,” kata Hida.
Selama dua tahun terakhir, UMKM Gumasep terus eksis dan menjalankan program yang memberikan manfaat langsung kepada para pelaku usaha. Salah satu program unggulannya adalah “Gerbang UMKM Masuk Ekspor,” yang bekerja sama dengan Bank BJB. Selain itu, berbagai pelatihan juga diselenggarakan, baik oleh dinas terkait, perusahaan swasta, maupun secara mandiri oleh tim UMKM Gumasep.
Hida juga menjelaskan sejumlah fasilitas yang telah disiapkan untuk meningkatkan pemasaran produk, seperti gerai di beberapa lokasi strategis, antara lain:
Jatos Mall (Gerai UMKM Jatinangor Square/Gumujeung)
Samsat Sumedang (Gumasat)
Griya Sumedang (Gumayang)
Mall Pelayanan Publik (Gumeulis)
Terminal Ciakar (Gemercik), yang akan diluncurkan pada 27 Desember mendatang.
“Semua ini bisa berjalan berkat kerja sama dengan dinas, universitas, dan pihak swasta sebagai kolaborator utama,” ujarnya.
Meski telah banyak mencapai keberhasilan, UMKM Gumasep juga menghadapi tantangan, seperti kurangnya inovasi produk atau kendala pemasaran di lapangan. Untuk mengatasi hal ini, pihaknya memberikan arahan kepada anggota agar terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk.
“Harapan saya, semoga Gumasep tetap berjalan dengan baik, menjadi wadah yang bermanfaat bagi semua pelaku usaha, dan mampu mendorong UMKM di Sumedang berkembang maju bersama,” tambah Hida.
Dorong Digitalisasi dan Kolaborasi
Ke depan, UMKM Gumasep akan lebih fokus mendorong digitalisasi dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Selain itu, forum ini juga berencana membentuk koperasi untuk mendukung pengembangan usaha anggotanya.
“Pesan saya untuk pelaku usaha yang belum bergabung, ayo bergabung dengan Gumasep. Kita bisa saling bersilaturahmi, berbagi informasi, mengikuti pelatihan, dan memasarkan produk bersama-sama. Semoga usaha kita diberkahi dan memberikan dampak positif bagi semua,” pungkas Hida.
Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UMKM Gumasep diharapkan mampu menjadi motor penggerak bagi pelaku UMKM di Kabupaten Sumedang untuk terus berkembang hingga level nasional bahkan internasional.







