Puluhan emak-emak yang rumahnya berada di pinggir jalan yang berdebu, tepatnya di Dusun Cilega Desa Sakurjaya Kecamatan Ujungjaya Kabupaten Sumedang, melakukan aksi demo dipinggir jalan tidak jauh dari rumahnya pada Hari Senin (31/7).
Emak-emak ini kesal karena kondisi jalan yang rusak parah mengeluarkan debu yang mengotori rumah-rumah mereka yang berada di pinggir jalan tersebut.
Menurut informasi, jalan ini merupakan akses jalan yang sering dilalui oleh mobil besar proyek Tol Cisumdawu dan juga Bendungan Cipanas.
Dalam video yang beredar, salah satu emak-emak yang mengikuti aksi berteriak bahwa orang yang memiliki rumah dipinggir jalan sangat menderita. “Orang yang punya rumah di pinggir jalan sangat menderita, kalau hujan penuh lumpur, kalau gak hujan debu melulu, peungek,” teriaknya.
Pengunjuk rasa lainnya berteriak sambil menyindir saat kedatangan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu ke Sumedang. Sebelum kedatangan orang nomor satu itu, akses jalan menuju pasar Ujungjaya yang direncanakan menjadi lokasi tujuan kunjungan Jokowi tiba-tiba diperbaiki.
“Ari ka Ujungjaya rek datang Presiden di alusan, ari kami teu di alusan. Era ku jalan tol atuh,” teriak Ibu lainnya yang artinya ‘saat ada rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Ujungjaya jalan mendadak diperbaiki, tapi ke kami tidak diperbaiki, malu sama jalan tol atuh’.
Lalu ibu lainnya, yang berteriak menggunakan pengeras suara memanggil ibu-ibu lainnya yang rumahnya di pinggir jalan untuk ikut berdemonstrasi.
Dikonfirmasi terpisah, Anggota DPRD Sumedang, yang mewakili Kecamatan Ujungjaya, Deni Agus Setiawan, membenarkan, akses jalan di Dusun Cilega rusak karena dulunya sering dilalui oleh angkutan berat bermuatan batu untuk pembangunan Tol Cisumdawu dan juga Bendungan Cipanas.
Menurutnya, pihak DPRD Sumedang sudah meminta pihak BBWS untuk segera memperbaiki jalan yang rusak karena akibatnya akan berdampak pada masyarakat sekitar. “Namun saat ditanyakan itu ke pihak BBWS, jawabannya nanti kalau Bendungan Cipanas sudah jadi,” terangnya.
Saat ini, kata Deni, jalan Tol Cisumdawu sudah diresmikan Presiden Jokowi dan Bendungan Cipanas juga sudah mulai penggenangan, jadi wajar kalau warga sekarang demo menuntut untuk segera diperbaiki jalan.
Ditambah dampaknya, terang Deni, jalan yang rusak bukan hanya mengganggu pengguna jalan, akan tetapi debu yang dihasilkan mengotori rumah warga yang berada di pinggir jalan.
Menurut warga setempat yang ikut aksi, Titi Sapti Aprianti (37), saat ini masih ada mobil dump truck yang hilir mudik ke wilayah Dusun Cilega dengan membawa muatan batu besar, namun saat ditanyakan kepada supirnya hendak kemana, jawabnya mau ke Bendungan Sadawarna.
“Ku Abi ditaros eta teh bade ka Sadawarna,” kata Titi, saat menanyakan tujuan supir dump truk yang melewati wilayahnya.
Sebagai informasi, Bendungan Sadawarna sendiri berada di Kecamatan Surian Kabupaten Sumedang perbatasan dengan Kabupaten Subang juga Kabupaten Indramayu. Untuk sampai ke Surian, memang bisa melalui jalur Ujungjaya, masuk dari arah Indramayu.







