NasionalPendidikan

Ribuan Praja IPDN Jatinangor Ikuti Kuliah Umum Menteri Ivestasi BKPM RI

TAHUEKSPRES, SUMEDANG – Menteri Investasi, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI), Bahlil Lahadalia berikan kuliah umum dengan tema, Kepemimpinan Transformasi dan Strategi Hilirisasi Nasional Menuju Indonesia Emas kepada 4.796 orang praja serta mahasiswa Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kampus IPDN Jatinangor Sumedang Jawa Barat (Jabar), Kamis (11/7/2024).

  • Sebelum menyampaikan materi kuliah, IPDN memberikan penghargaan Bintang Kartika Astha Brata dan Alumni Kehormatan kepada Menteri Investasi BKPM RI, Bahlil Lahadalia.

Rektor IPDN, Prof. Dr. Drs. H. Hadi Prabowo., M.M mengatakan bahwa penganugerahan itu diberikan atas dedikasi dan prestasi yang diraih Bapak Bahlil sebagai Menteri Investasi BKPM.

Menurutnya, atas prestasi capaian kinerja yang sangat baik serta semangat Bapak Menteri dalam mewujudkan investasi juga menjadikan vocal point dalam mengkoordinasikan seluruh invetasi. Terutama didalam mewujudkan kondisi yang kondusif dalam melakukan investasi guna memajukan perekonomian. Maka dari itu, IPDN memberikan penghargaan Bintang Kartika Astha Bratha Utama dan Alumni Kehormatan.

“Semasa kepemimpinan beliau sebagai Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM capaian realisasi investasi baik Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA) terus mengalami peningkatan.

Data terbaru yakni tahun 2023, realisasi investasi Indonesia sebesar Rp 1.418,9 triliun. Capaian ini melampaui target pemerintah yakni Rp 1.400 triliun. Capaian ini juga meliputi realisasi PMA sebesar Rp 744,0 triliun dan PMDN sebesar Rp 674,9 triliun,” ujarnya.

Rektor juga menyinggung dampak investasi dengan perkembangan penyerapan Tenaga Kerja Indonesia. Dimana, tahun 2023 penyerapan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) berjumlah 1.823.543 orang. Naik sekitar 500.000 orang dari tahun sebelumnya.

“Selain investasi untuk mencapai visi Indonesia Emas 2045, diperlukan pula sinergitas antara kepemimpinan transformasional yang visioner dan strategi hilirisasi yang efektif. Jadi, pemerintah harus memainkan peran kunci dalam menyusun kebijakan yang mendukung transformasi ekonomi dan sosial. Sementara masyarakat sipil dan sektor swasta juga berperan dalam mewujudkan visi ini melalui investasi dan inovasi,” tutur Hadi.

Melalui kuliah umum itu, Hadi berharap seluruh praja, mahasiswa dan civitas akademika IPDN dapat memperoleh wawasan yang mendalam tentang bagaimana Kementerian Investasi mengelola tata kelola pemerintahan terutama dengan kaitannya terhadap visi menuju Indonesia Emas 2045.

Dihadapan praja, Menteri Investasi BKPM RI, Bahlil Lahadalia menekankan bahwa praja merupakan pelayanan terbaik bangsa yang berfungsi untuk menjaga benteng persatuan dan keutuhan negara.

“Para praja inilah yang nantinya menjadi pewaris masa depan bangsa dalam menyongsong Indonesia Emas tahun 2045. Maka, praja harus dibekali dengan baik semua pengetahuan dan data-data konkret terkait hal tersebut,” ujar Bahlil.

Ia pun menerangkan terkait dinamika global yang mengancam perekonomian Indonesia diantaranya perang dagang AS-Tiongkok, pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, deflasi dan perlambatan ekonomi tiongkok, konflik palestina israel hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023 diangka 5,05 persen. Sedangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan I tahun 2024 tercatat 5,11 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2023, merupakan salah satu pertumbuhan ekonomi terbaik di dunia,” ujarnya.

Ia melanjutkan, kontribusi pertumbuhan ekonomi Indonesia dipengaruhi oleh 4 faktor yakni konsumsi, investasi, spending pemerintah dan eksport import.

“Jadi untuk itulah kita membutuhkan investasi yang kuat. Yakni untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Inilah yang membuat Kementerian Investasi mendorong setiap investasi yang masuk ke daerah wajib berkolaborasi dengan pengusaha dan UMKM daerah,” tutur Bahlil.

Dikatakan, kolaborasi investasi besar dengan pengusaha nasional daerah menurutnya dapat membantu membangun daerah dengan adanya sumber pertumbuhan ekonomi baru guna mewujudkan visi Indonesia sentris.

Selain itu, pengusaha daerah dan UMKM yang ada didaerah dapat memiliki peluang besar naik kelas untuk memajukan daerah masing-masing serta dapat menahan laju urbanisasi dalam rangka pemerataan ekonomi nasional.

Bahlil juga menyampaikan tentang perlunya dilaksanakan kerja sama antara Kementerian Investasi dengan IPDN dalam rangka melatih praja untuk memahami pengetahuan tentang pentingnya investasi dan hilirisasi serta untuk mengelola potensi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah, termasuk upaya mempercepat perijinan,

“Para praja memiliki pengetahuan yang komprehensif tentang pengembangan investasi dalam penyelenggaraan pemerintahan di daerah khususnya dalam membangun dan menyejahterakan masyarakat,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button