Sekda Sumedang Tekankan Integritas hingga Reformasi Birokrasi di Apel Gabungan ASN
Sumedang — Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Tuti Ruswati menegaskan pentingnya integritas, kedisiplinan, serta komitmen pelayanan publik bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang. Penegasan itu disampaikan saat memimpin Apel Gabungan di Lapangan Upacara Setda Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (2/2/2026).
Apel gabungan tersebut diikuti para kepala OPD, pejabat struktural, staf, hingga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Dalam arahannya, Tuti mengingatkan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas formal. Menurutnya, apel pagi memiliki makna mendalam sebagai wujud kesiapan ASN dalam menjalankan amanah.
“Apel pagi adalah tanda bahwa kita siap bekerja, siap melayani masyarakat, serta siap berintegritas dalam melaksanakan kewajiban kita sebagai ASN,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa disiplin dan integritas harus dimulai dari kepemimpinan terhadap diri sendiri.
“Apel pagi ini bukan hanya berdiri dan formalitas semata, tetapi mengandung makna integritas, kedisiplinan, dan kepemimpinan kita terhadap diri sendiri dalam menaati aturan dan menjalankan amanah,” tegasnya.
Selain aspek kedisiplinan, Sekda turut mengajak seluruh ASN untuk terus memperkuat nilai-nilai religius. Hal itu dilakukan melalui pembacaan Asmaul Husna dan sholawat yang rutin dilantunkan setiap apel, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
“Mudah-mudahan dengan Asmaul Husna dan sholawat yang kita lantunkan, malaikat menurunkan rahmat dan keberkahan kepada kita semua,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Tuti juga menyampaikan arahan Bupati Sumedang terkait pelaksanaan salat Subuh berjamaah setiap awal bulan di Masjid Agung Sumedang yang diharapkan dapat diikuti seluruh ASN hingga staf.
“Kegiatan ini bukan hanya ibadah, tetapi juga membangun kebersamaan dan mengambil hikmah bahwa kehidupan dan rezeki itu dimulai sejak waktu subuh,” katanya.
Memasuki tahun 2026, Sekda menegaskan perlunya komitmen bersama agar kinerja pemerintahan menjadi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menekankan penguatan reformasi birokrasi melalui internalisasi tagline Membumi: Kadeleu, Karampa, Karasa yang sejalan dengan core values ASN BerAKHLAK.
“Tagline ini jangan hanya diucapkan, tetapi harus benar-benar diimplementasikan dalam kinerja kita sehari-hari, baik secara individu maupun organisasi,” tegasnya.
Tuti juga menyoroti masih perlunya peningkatan Sistem Pengendalian Internal (SPI) yang saat ini berada pada kategori kuning. Seluruh SKPD diminta menyusun rencana aksi berbasis nilai Membumi guna meningkatkan standar pelayanan minimal dan kualitas pelayanan publik.
Selain itu, perhatian juga diarahkan pada sejumlah program strategis daerah, mulai dari program makan bergizi gratis, pengendalian inflasi, peningkatan investasi, penguatan inovasi daerah, hingga kolaborasi lintas sektor sampai tingkat desa.
“Investasi menjadi salah satu kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang, sehingga ekosistem yang sudah kita bangun harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujarnya.
Dalam mendukung survei kemiskinan yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 1–18 Februari 2026, Sekda mengajak seluruh ASN meningkatkan kepedulian sosial melalui bantuan kepada masyarakat kurang mampu.
“Ini bagian dari ikhtiar kita bersama agar data kemiskinan semakin akurat dan upaya penurunannya lebih tepat sasaran,” katanya.
Menutup arahannya, Tuti menekankan pentingnya tertib administrasi, tertib pelaksanaan, serta kelengkapan pertanggungjawaban dalam setiap program dan kegiatan.
“Jangan hanya menggugurkan kewajiban. Evaluasi setiap program, apakah benar-benar berdampak bagi masyarakat. Tertib administrasi dan pelaksanaan adalah kunci agar kita terhindar dari masalah hukum,” pungkasnya.







