Kategori
Uncategorized

Rumah Zakat Salurkan Bantuan Air Bersih Ke Daerah Tertinggal

Sudah Empat Puluh tahun lamanya di daerah tertinggal di Dusun Cangcang Hayam RT 03 RW 04 Desa Cimungkal Kecamatan Wado tidak pernah mendapatkan air bersih yang layak. Hal itu disebabkan karena jarak pemukiman warga dengan sumber mata air yang sangat jauh, sekitar 1 KM.

Sudah Empat Puluh tahun lamanya di daerah tertinggal di Dusun Cangcang Hayam RT 03 RW 04 Desa Cimungkal Kecamatan Wado tidak pernah mendapatkan air bersih yang layak. Hal itu disebabkan karena jarak pemukiman warga dengan sumber mata air yang sangat jauh, sekitar 1 KM.

Sekitar 20 rumah warga di daerah itu yang kesulitan mendapatkan air bersih kemudian bersinergi bersama Rumah Zakat, tokoh masyarakat dan pemerintahan setempat, sehingga dapat terlaksananya kegiatan penyaluran air bersih.

Kemarau panjang membuat masyarakat sulit mendapatkan air bersih, sementara cadangan air yang ada disetiap mata air yang ada semakin berkurang, begitu juga dengan warga yang ada di Cangcahayam ini yang masuk ke RT 03 dan RW 04 lokasinya juga cukup jauh dengan sumber mata air, jadi semakin kesulitan mendapatkan air bersih,” kata Wawan Kuswendi, selaku Relawan Inspirasi Rumah Zakat Desa Cimungkal Kecamatan Wado, Selasa (24/9).

Namun, Wawan menambahkan, berkat sinergi Rumah Zakat, Tokoh Masyarakat dan pemerintahan Desa, penyaluran air dari mata air yang ada bisa sampai ke rumah warga..

Hal itu pun di amini oleh, Supriyadi, ketua RW 04, “Allhamdulillah berkat sinerginya warga dengan Rumah Zakat menjadikan kampung Cangcang Hayam bisa mendapatkan air bersih,” katanya.

Ia pun menjelaskan, air di lokasi Kampung Cangcang Hayam ini belum pernah sampai ke rumah warga, dikarenakan minimnya sarana yang ada untuk mengalirkan air, dan bantuanpun dari pemerintah jumlahnya masih terbatas,

Disamping itu, menurut Ketua RT 03, Utar, Kampung Cangcang Hayam merupakan daerah yang hampir terisolisir di antara daerah lainya yang ada di RT 03 RW 04, dengan perkampungan lainnya jaraknya sekitar 1 KM dan hanya ada 20 rumah warga.

“Disini merupakan daerah pertanian dan hutan, jadi memang informasi terisolisir nya memang benar, terutama sulitnya air bersih didaerah ini, itu sudah 40 tahun lebih,” katanya.

Ia pun menambahkan, masyarakat Kampung Cangcang Hayam harus turun ke lembah yang ada mata airnya untuk keperluan minum, berwudhu, memasak dan mandi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *