PolitikSumedangTanjungmedar

Panwascam Tanjungmedar Pastikan Siap Kawal Pemilu Tahun 2024

Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan Tanjungmedar melalui press releasenya mengaku sudah siap untuk mengawal Pemilu Tahun 2024, mengingat sebentar lagi, 28 November 2023 sampai 8 Februari 2024 merupakan masa kampanye Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).

Ketua Panwascam Tanjungmedar, Ani Siti Maryani, SE menyebutkan, persiapan yang dilakukannya sudah banyak hal supaya nanti pengawasan berjalan lancar.

“Kita lakukan upaya pencegahan agar peserta pemilu tidak ada pelanggaran. Caranya dengan mengajak Tomas/Toga untuk sama-sama mengawasi Pemilu, mudah-mudahan bisa mengurangi tingkat pelanggaran pemilu di Tanjungmedar,” kata Ani kepada Tahu Ekspres di kantornya, Dusun Ciranjang RT 03 RW 05 Desa Sukamukti Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang, Minggu (26/11).

Langkah awal, kata Ani, sebagai bentuk pertanggungjawaban terkait tahapan yang sudah dilalui pihaknya sudah melakukan pembinaan pengawasan partisipatif. Hal itu dilakukan supaya jika ada pelanggaran petugas memiliki jaringan dibawah, mengingat SDM pengawas yang terbatas.

Baca Juga :  Gaduh Penerima Bansos Tak Tepat Sasaran, Ketua APDESI Sumedang Angkat Bicara

Masih ditempat yang sama, Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat pada Panwascam Tanjungmedar, Dadan Eka Purnama, pihaknya telah menyiapkan beberapa hal untuk menyongsong masa kampanye Pemilu 2024.

Menurutnya, saat masa kampanye ada beberapa objek yang diawasi. Pertama peserta pemilu Partai Politik (Parpol) yang berjumlah 13 partai, pasangan Capres-Cawapres atau timnya, calon DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD RI.

Selain itu juga, objek yang diawasi Panwascam adalah penyelenggara pemilu itu sendiri, dalam hal ini PPK dan PPS. Mereka diawasi supaya bisa menjaga netralitas dan kredibilitasnya. Tidak memihak dan tidak membuat aturan yg menguntungkan parpol tertentu.

“Unsur TNI, Polri, ASN, kepala desa dan perangkat desa juga harus menjaga netralitasnya. Tidak boleh ikut serta dalam tahapan kampanye,” kata Dadan.

Baca Juga :  Ternyata Ini Khasiat Ketumbar Untuk Kesehatan Tubuh

Dalam menjalankan tugasnya, Panwascam Tanjungmedar menerapkan CCAT, yang artinya Cegah, Cegah, Awasi dan Tindak.

“Kita lebih kepada pencegahan, sudah 3 x pencegahan baru di tindak. Jadi upaya yang dilakukan lebih kepada preventif, bisa ngobrol dulu dengan objek yang diawasi, memberi tahu kepada mereka apa saja yang tidak boleh dilakukan,” katanya.

Mengingat personel pengawas Pemilu di Tanjungmedar sedikit, Dadan mengajak masyarakat untuk bisa aktif dalam pengawasan pemilu dengan cara melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif.

“Sosialisasi sudah dilakukan di Desa Sukamukti dan Sukatani, kami juga datang langsung ke desa-desa, ketemu kepala dan aparat desa, kita sampaikan larangan, dengan Polisi dan TNI juga disampaikan,” tuturnya.

Untuk peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) pengawasan pemilu, Panwascam Tanjungmedar mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dengan narsum ekternal yang berkompeten di bidangnya.

“Kami dibina bagaimana pelanggaran pemilu dan bagaimana cara penindakannya,” kata Dadan.

Baca Juga :  Rahasia CVT Awet: Tips Jitu Merawat CVT Motor Matic Harian Anda

Ia juga menyampaikan dengan cara ngobrol langsung dengan pimpinan Parpol yang ada di Tanjungmedar terkait dengan upaya pencegahan supaya tidak terjadi pelanggaran Pemilu.

Selanjutnya, menurut Divisi Penindakan, Pelanggaran dan Penyelesaian Sengkata pada Panwascam Tanjungmedar, Iim Aliman, Panwascam Tanjungmedar sudah berkoordinasi dengan Forkopimcam soal keamanan pada saat masa kampanye dan hari pencoblosan. Mengingat keamanan sangat penting dan dipertaruhkan, karena masa kampanye melibatkan orang banyak.

Terkait dengan zona pemasangan alat peraga kampanye, kata Iim, di Tanjungmedar sudah ditentukan 9 titik, satu desa satu titik.

“Kami sudah mengusulkan titik baliho, ada 9 titik, tiap desa ada. Kita juga sudah koordinasi dengan PPK dan PPS soal penentuan logistik pemilu. Mudah-mudahan proses yang telah kami lakukan bagian pertanggungjawaban kami dalam mengawal demokrasi dan nantinya bisa menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” pungkas Iim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button