Sumedang – Polisi mengungkap fakta baru terkait video mesum yang sempat viral dan diduga direkam di wilayah Wado, Kabupaten Sumedang. Setelah dilakukan penelusuran, lokasi dalam video dipastikan bukan berada di wilayah tersebut.
Video itu awalnya diunggah oleh akun Facebook bernama Naya Alvi dan sempat mengundang perhatian warganet dengan 184 like, 109 komentar, dan 46 kali dibagikan. Namun hingga pukul 17.00 WIB, Senin (11/5/2025), video tersebut telah hilang dan diduga dihapus oleh pemilik akun.
Adapun narasi caption dalam postingan video yang menunjukkan pasangan muda mudi sedang ‘indehoy’ dipinggir jalan tersebut mengatakan :
“Dua sejoli lagi ******
Tadi sore dua sejoli ini *****Menurut info yg beredar lokasi berada di wado pangantingan pinggir jembatan yg ada warung😱”
Tak lama berselang, video serupa muncul kembali di Facebook lewat akun bernama Ayla Azka (Niaa). Kali ini, video tersebut ditonton lebih dari 37 ribu kali, disukai 253 akun, dikomentari 103 pengguna, dan dibagikan sebanyak 77 kali perhari Rabu, 14 Mei 2025 Jam 13.30 WIB.
Kapolsek Wado IPTU Dahwan Juyud Jayapraja menegaskan, hasil penelusuran menunjukkan bahwa lokasi dalam video tersebut tidak berada di Dusun Pangantingan, Desa Wado, Kecamatan Wado.
“Setelah diadakan penelusuran, sebagaimana dicek, ternyata memang posisi bangunan dengan warung-warung ataupun jalan maupun tembok tidak sesuai dengan yang sudah kami cek. Ternyata unggahan video itu tidak sesuai,” kata Iptu Dahwan kepada wartawan, Selasa (14/5/2025).
Ia menjelaskan, ada beberapa perbedaan mencolok yang ditemukan antara kondisi di video dan kenyataan di lapangan.
“Ada yang berbeda. Memang ada kemiripan, cuma di sini ada tanda-tanda tertentu, ada perbedaan tembok dengan warung-warung tersebut,” ujarnya.
IPTU Dahwan membeberkan bahwa dalam video terlihat bangunan berada di atas tembok, sedangkan kenyataannya bangunan tersebut justru berada di bawah tembok.
“Seperti yang diketahui, memang dalam video itu bangunan tampak berada di atas tembok. Tapi yang ini berada di bawah—masih ada di belakang tembok, ke bawah. Kemudian, kayu dalam video itu melintang ke samping, sementara yang ini ke bawah, sebagai penutup warung. Selain itu, di lokasi aslinya menggunakan paving block, sedangkan dalam video terlihat rata dan di-cor,” jelasnya.
Berdasarkan fakta-fakta tersebut, polisi memastikan lokasi dalam video bukan di wilayah Wado. Ia pun menyoroti keresahan warga setempat akibat informasi yang menyesatkan tersebut.
“Sementara ini tidak terbukti, karena tidak sesuai dengan apa yang kami survei di lapangan. Kenapa mencantumkan alamatnya di Wado? Warga mengakui tempat tersebut digunakan untuk berjualan, mencari nafkah, dan mereka tidak setuju serta merasa tercemar oleh postingan tersebut,” pungkasnya.







